INFOGRAFIK: Lampu Kuning MSCI untuk Bursa Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah bertemu kembali dengan Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) usai pengumuman usulan reklasifikasi status pasar Indonesia ke standalone market.
Usai pertemuan pada Senin (19/10) tersebut, BEI mengumumkan dua inisiatif baru dalam reformasi pasar modal. Inisiatifnya adalah penambahan keterangan status afiliasi pemegang saham di daftar kepemilikan 1% dan mengeluarkan saham high shareholding concentration (HSC) dari IHSG.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meminta para investor institusi lokal lebih aktif di pasar saham. Ini termasuk BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun, hingga perusahaan asuransi.
“Kami tentu mengimbau investor institusi domestik kita untuk berpartisipasi lebih aktif di pasar modal,” kata Jeffrey Senin, 19 Oktober kemarin.
Respons BEI usai pertemuan MSCI dilihat positif oleh pasar. IHSG melonjak 3,62% pada pembukaan perdagangan Selasa, 20 Oktober.
Dalam pengumumannya, MSCI menilai regulator bursa belum cukup serius dalam menyelesaikan masalah transparansi data dan dugaan perdagangan terkoordinasi. MSCI membuka konsultasi untuk reklasifikasi ini hingga 30 April 2027, dengan keputusan final pada 30 Juni 2027.
