Perkiraan Biaya Hidup di Jakarta untuk Tahun 2023

Sebagai kota metropolitan, biaya hidup di Jakarta terbilang cukup tinggi dibandingkan beberapa kota lainnya. Berikut rincian perkiraan biaya hidup di Jakarta untuk 2023.
Image title
Oleh Tifani
3 Januari 2023, 18:14
Ilustrasi biaya hidup di jakarta
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi uang Yuan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan (08/08).

Besarnya biaya hidup di sebuah kota dipengaruhi oleh beberapa faktor. Umumnya, semakin ramai sebuah kota, harga kebutuhan di kota tersebut pun akan tinggi.

Sebagai kota metropolitan, jelas biaya hidup di Jakarta pun tergolong tinggi. Namun, biaya hidup yang tinggi tersebut diimbangi dengan penghasilan per bulannya yang lebih tinggi dari kota lain.

Dikutip dari laman idxchannel.com, Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta mencapai Rp 4.901.798 pada 2023. Sedangkan, biaya hidup di Jakarta 2023 berkisar antara 4,5 juta hingga 10 juta per bulan.

Berikut rincian perkiraan biaya hidup di Jakarta tahun 2023.

1. Biaya Tempat Tinggal

Ada beragam pilihan tempat tinggal di Jakarta, mulai dari kos-kosan, kontrakan, apartemen, hingga rumah. Masyarakat bebas memilih tempat tinggal mereka sesuai kebutuhan dan penghasilan per bulan.

Bagi yang sudah berkeluarga, rumah menjadi pilihan tepat sebagai hunian untuk bekal di hari tua. Berbeda lagi dengan karyawan yang masih melajang, mereka kerap memilih kos-kosan atau kontrakan sebagai tempat tinggal sehari-hari.

Alasannya tak lepas dari biaya sewa yang lebih terjangkau. Ada beragam kategori indekos yang dapat ditemui, sebagai berikut :

  • Kos ekonomis, harga sewanya berada di kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 850 ribu per bulan. Dengan harga yang cukup murah, ukuran kamar kos ekonomis tidak begitu besar, hanya sekitar 2,5 x 2,5 meter.
  • Kos menengah, biaya sewanya lebih mahal, yaitu berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Namun, fasilitas yang tersedia juga lebih lengkap, misalnya AC, WiFi, TV, dan kamar mandi dalam.
  • Kos eksklusif, biasanya terletak di pusat bisnis atau perkantoran elite seperti di kawasan SCBD. Harga sewanya lebih mahal lagi, yaitu sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Namun sebanding dengan fasilitas yang didapat, mulai dari AC, Smart TV, TV kabel dengan channel lengkap, WiFi, laundry, hingga kamar mandi dalam dengan air panas (water heater).

2. Biaya Makan

BEKAL MAKAN SIANG SEDERHANA
BEKAL MAKAN SIANG SEDERHANA (Kompas)

Makan menjadi biaya hidup di Jakarta yang harus di perhitungkan dengan cermat. Meskipun, biaya makan ini dapat disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing individu.

Biaya makan mungkin akan menguras kantong bagi mereka yang memiliki standar hidup lebih tinggi. Umumnya, biaya sekali makan di restoran adalah Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

Namun, bagi yang ingin lebih menghemat dapat mengeluarkan Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu sekali makan, sehingga rata-rata biaya makan per hari yang perlu disiapkan yaitu sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu.

Anda bisa membeli bahan makanan untuk dimasak sendiri di rumah. Masakan tersebut bahkan bisa dibagi untuk beberapa kali makan dalam sehari.

3. Biaya Trasportasi

PERAWATAN RATANGGA DI DEPO MRT LEBAK BULUS
PERAWATAN RATANGGA DI DEPO MRT LEBAK BULUS (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.)

Di Jakarta, ada dua moda transportasi yang sering digunakan, yaitu umum dan pribadi. Jika ingin menggunakan transportasi umum, tidak perlu khawatir akan biaya yang membengkak, karena tarifnya cukup murah.

Berikut rinciannya:

4. Biaya Lainnya

Biaya lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah biaya pulsa, internet, listrik, hingga tagihan dan cicilan. Semakin sedikit pengeluaran yang Anda habiskan, maka akan semakin kecil pula nilai biaya hidup di Jakarta yang akan dikeluarkan.

5. Biaya Belanja dan Entertainment

COFFEE SHOP JAKARTA BARAT
COFFEE SHOP JAKARTA BARAT (Instagram/Dancing Goat)

Jika Anda ingin menekan biaya hidup di Jakarta, maka Anda perlu menekan biaya gaya hidup alias enterteinment. Kategori ini seperti biaya belanja, makan di restoran, nongkrong di kafe, hingga nonton bioskop.

Anda tetap bisa menganggarkan biaya gaya hidup, namun tidak menggunakannya, akan lebih baik jika uang tersebut dijadikan tabungan untuk biaya tak terduga lainnya.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait