97% Jemaah Indonesia Sudah Melunasi Biaya Keberangkatan Haji Tahun Ini

Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia pada 1443 Hijriah/2022 Masehi sebanyak 100.051 berkurang setengahnya, karena saat ini masih dalam masa pandemi.
Image title
21 Mei 2022, 09:55
Haji, ibadah haji, biaya haji
ANTARA FOTO/REUTERS/Saudi Press Agency/Handout /pras/cf
HIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. Umat Muslim memakai masker pelindung dan menjaga jarak sosial melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah dalam musim Haji di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020).

Sebanyak 89.715 jemaah calon haji reguler telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1443 Hijriah/2022 Masehi dan konfirmasi keberangkatan.

Adapun total Bipih 2022 mencapai Rp 81 juta per orang, sedangkan Bipih yang disepakati untuk masing-masing calon jemaah haji sebesar Rp 39,8 juta. Biaya tersebut naik dari rata-rata BPIH pada 2020 sebesar Rp 35 juta per orang.

"Sampai ditutup sore ini, 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26 % dari kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Saiful Mujab di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (20/5).

Dilansir dari Antara, dia mengatakan jumlah tersebut belum termasuk kuota Petugas Haji Daerah, dan pembimbing yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU.

Advertisement

Adapun proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan bagi jemaah haji tahun ini dibuka selama dua pekan, yakni mulai 9 Mei 2022 hingga 20 Mei 2022.

Dalam waktu yang bersamaan, lanjut Mujab, pihaknya juga telah memberi kesempatan bagi jemaah untuk melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan status cadangan. Total ada 12.294 jemaah dengan status cadangan telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.

Sementara itu, sisa kuota sebanyak 2.531 diisi oleh jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan yang jumlahnya mencapai 12.294. 

Konfirmasi keberangkatan harus dilakukan oleh jemaah yang sudah melunasi Bipih 1441 Hijriah/2022 Masehi. Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia pada 1443 Hijriah/2022 Masehi sebanyak 100.051 berkurang setengahnya, karena saat ini masih dalam masa pandemi.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kloter pertama jemaah haji tersebut akan berangkat mulai 4 Juni 2022. Pemberangkatan jemaah haji Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. Dalam dua tahun terakhir, Indonesia tidak memberangkatkan jemaah  sehingga daftar panjang antrean haji Indonesia semakin panjang.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan kuota haji tahun ini jumlahnya berkisar 48 persen dari kuota 2019 yakni 212.730 orang. Namun, kuota haji Indonesia yang diberikan Pemerintah Arab Saudi itu merupakan yang terbanyak dibandingkan negara lain untuk tahun ini.

Sebagai perjalanan haji perdana setelah pandemi, Yaqut menyatakan ada dua syarat yang harus dipenuhi agar jemaah haji dapat berangkat ke Tanah Suci. Pertama, jemaah harus sudah menerima vaksin lengkap atau minimal dua kali. Kedua, mengikuti sistem pemerintah Arab Saudi, usia maksimal jemaah haji adalah 65 tahun.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait