Tersangka Penembakan saat Imlek di California Ditemukan Tewas

Tersangka penembakan massal saat perayaan Imlek tersebut diidentifikasi sebagai Huu Can Tran, lansia 72 tahun.
Intan Nirmala Sari
23 Januari 2023, 14:49
Sheriff County Los Angeles, Robert Luna dalam konferensi pers setelah penembakan selama perayaan Tahun Baru Imlek, di Monterey Park, California, Amerika Serikat, Minggu 22 Januari 2023.
Reuters
Sheriff County Los Angeles, Robert Luna dalam konferensi pers setelah penembakan selama perayaan Tahun Baru Imlek, di Monterey Park, California, Amerika Serikat, Minggu 22 Januari 2023.

Tersangka aksi penembakan Tahun Baru Imlek di California ditemukan bunuh diri, usai menewaskan 10 orang di sebuah klub dansa di Monterey Park, California, Amerika Serikat, Minggu (22/1). Pria tersebut diidentifikasi sebagai Huu Can Tran, lansia 72 tahun. 

Sheriff mengatakan bahwa Tran menembak dirinya sendiri, ketika polisi mendekati sebuah van putih yang dia kendarai di Torrance. Lokasi bunuh diri tersangka sekitar 34 km dari lokasi penembakan di Star Ballroom Dance Studio di Monterey Park. Petugas mendengar satu tembakan dari van saat mereka mendekat, lalu mundur dan memanggil tim SWAT.

 

Jenazah Can Tran ditemukan 12 jam setelah melakukan pembantaian. Pria bersenjata tersebut juga diketahui mencoba melakukan penembakan lainnya di klub terpisah, beberapa menit setelah aksi pertamanya. Untungnya, aksi tersebut berhasil dihentikan saat dua orang di sekitar lokasi merebut senjata lansia tersebut.

Los Angeles County Sheriff, Robert Luna mengidentifikasi tersangka menggunakan magasin pistol berkapasitas tinggi untuk melancarkan aksi penembakan massal di ballroom dansa di Monterey Park. Meski begitu, penyelidik belum mengetahui motif tersangka melangsungkan aksi penembakan tersebut.

Selain menewaskan 10 orang di lokas, aksi penembakan tersebut juga menyebabkan 10 orang lain terluka. Luna tidak mengidentifikasi salah satu korban, tetapi mengatakan lima pria dan lima wanita tampaknya berusia antara 50 tahun hingga 60 tahun. Dia juga mengatakan pistol yang digunakan Tran diperkirakan ilegal di California, di mana undang-undang negara bagian melarang magasin yang menampung lebih dari 10 peluru.

"Kami ingin tahu, bagaimana hal mengerikan ini bisa terjadi," kata Luna kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (23/1).

Polisi juga mengatakan usai melakukan penembakan di Monterey Park sekitar pukul 10 malam waktu setempat, Tran sempat dihadang oleh penonton di klub dansa kedua, di kota tetangga Alhambra sekitar 20 menit kemudian.

"Tersangka masuk ke sana, mungkin dengan niat membunuh lebih banyak orang, dan dua anggota komunitas memutuskan akan bertindak dan melucuti senjatanya," kata Luna.

Melansir Reuters, dari 10 orang yang terluka, tujuh korban masih dirawat di rumah sakit Minggu (22/1) malam waktu setempat. Dari total korban yang ada, setidaknya satu orang berada dalam kondisi kritis.

"Ketika petugas tiba di tempat kejadian, mereka mengamati banyak orang keluar dari lokasi, berteriak. Petugas masuk ke lokasi dan menemukan korban tambahan, ” kata seorang polisi bernama Kapten Andrew Meyer dikutip dari Los Angeles Times, Minggu (22/1).

Sebelumnya, salah seorang saksi yang merupakan pemilik restoran seafood, Seung Won Choi mengatakan saat penembakan, tiga orang pengunjung langsung bergegas lari ke restoran Choi yang berada di seberang lokasi kejadian. Ketiga orang tersebut langsung memintanya untuk mengunci pintu. Kepada Choi, ketiganya mengatakan bahwa ada seseorang membawa senjata semo otomatis menembaki orang-orang.

Saksi lainnya, Wong Wei mengatakan rekannya mengunjungi klub dansa tersebut dan berada di toilet saat penembakan terjadi. Rekan-rekannya yang ketakutan lalu kabur ke rumah Wei yang dekat dengan lokasi kejadian. "Mereka tidak tahu mengapa (ada penembakan)," katanya.

Sebagai informasi, Monterey Park merupakan salah satu pusat populasi masyarakat keturunan Asia di Los Angeles atau sekitar 65% dari total populasi wilayah tersebut.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait