Mulai Menanjak, Harga Bitcoin Berpeluang Kembali ke US$ 60.000

Pada perdagangan Senin (26/7) harga Bitcoin masih melanjutkan tren kenaikannya. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik 11,36% ke level US$ 38,391 per btc.
Image title
26 Juli 2021, 17:46
Bitcoin
PXHERE.com

Harga Bitcoin kembali naik dan sempat menembus US$ 39.000 untuk pertama kalinya pada Minggu (25/7). Level tersebut jadi yang tertinggi sejak enam pekan terakhir, di mana harga sudah menunjukkan penguatan sejak 21 Juli.

Kenaikan harga bitcoin sesuai dengan prediksi Mike McGlone, Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence. Dia memprediksi, harga Bitcoin akan melonjak sampai US$ 60.000. Analisis tersebut didasarkan pada catatan historis harga Bitcoin beberapa waktu lalu.

McGlone mencatat, setelah mencapai harga tertinggi pada Minggu (4/7) sebesar US$ 35.960, aset kripto turun ke level terendah yakni US$ 29.300 di Jumat (23/7). Selanjutnya, tren harga mulai berubah dan meningkat ke level US$ 34.000, Sabtu (24/7).

Tembusnya Bitcoin di atas US$ 39.000 membuat McGlone semakin optimistis harga koin kripto dengan kapitalisasi terbesar itu akan terus melambung. Bulan lalu, dia memprediksi kenaikan harga Bitcoin sampai ke US$ 40.000 dan saat ini dia memperbarui prediksinya.

Advertisement

Berdasarkan Datamish,  kenaikan harga disebabkan oleh tekanan para pemilik Bitcoin untuk menjual aset kriptonya dalam waktu berdekatan. Oleh karena itu, situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga.

Sementara itu, Daniel Kim, Kepala pasar modal di Maple Finance mengatakan kenaikan harga Bitcoin sesuai dengan pengamatannya. “Kenaikan harga ini sejalan dengan apa yang telah kami lihat beberapa pekan terakhir,” kata Daniel, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (26/7).

Daniel menambahkan, kenaikan harga Bitcoin dipicu oleh tingginya permintaan dari perusahaan raksasa seperti Amazon. Peningkatan harga terjadi secara signifikan setelah Amazon dikabarkan hendak berpartisipasi dalam Bitcoin.

Melansir CoinDesk, raksasa ritel Amazon berencana untuk menerima pembayaran atau transaksi dalam bentuk Bitcoin akhir tahun ini. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mencetak token kriptonya sendiri di 2022 mendatang. Bahkan, Amazon berniat merekrut karyawan untuk posisi digital currency lead atau orang yang berperan dalam mengamati pasar kripto.

Di samping itu, regulator keuangan di Eropa telah menindak aktivitas kripto yang berlaku di seluruh dunia. Bahkan, lembaga legislatif di Eropa mengusulkan pembuatan undang-undang yang membahas kripto. Undang-undang tersebut bertujuan untuk memastikan keterlacakan seluruh aset dan perputaran transfer kripto.

Pada perdagangan Senin (26/7) harga Bitcoin masih melanjutkan tren kenaikannya. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik 11,36% ke level US$ 38,391 per btc. Seiring kenaikan tersebut, kapitalisasi koin juga meningkat sebanyak 10,57% atau tembus US$ 716,15 miliar, dilansir dari Coinmarketcap.

 

Penyumbang bahan: Akbar Malik Adi Nugraha (magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait