Jumlah Nasabah Naik, Laba Pegadaian Semester I Malah Turun 15%

Pegadaian mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4% menjadi 18 juta orang per 30 Juni 2021. Capaian tersebut mendorong omset bisnis gadai tumbuh 6,1% menjadi Rp 80,18 triliun.
Image title
10 Agustus 2021, 13:57
Pegadaian, kinerja perusahaan, pandemi, covid-19
Muhammad Zaenuddin|Katadata

PT Pegadaian harus membukukan laba bersih turun 15% menjadi Rp 1,3 triliun di semester I-2021 dibandingan periode tahun lalu. Sementara itu, jumlah nasabah perusahaan itu justru tumbuh 21,4% sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Berdasarkan laporan keuangan Pegadaian dan entitas anak pada Selasa (10/8), disampaikan pendapatan perusahaan hanya naik tipis 2,9% menjadi Rp 10,43 triliun per Juni 2021. Sedangkan periode yang sama tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan Rp 10,13 triliun.

Selain itu, Pegadaian juga melaporkan jumlah aset per 30 Juni 2021 turun 0,9%. Di mana, per Juni 2021 jumlah aset masih berada di Rp 68,44 triliun, kemudian turun menjadi Rp 67,8 triliun per 30 Juni 2021.

"Pandemi Covid-19 cukup memberikan tantangan bagi kinerja bisnis Pegadaian," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam keterangan resminya, Selasa (10/8).

Advertisement

Hal tersebut tercermin dari perlambatan kinerja keuangan perusahaan awal tahun ini. Kuswiyoto juga menambahkan, tidak hanya Pegadaian yang mengalami perlambatan kinerja perusahaan selama pandemi. Perlambatan juga dialami sebagian besar sektor bisnis baik usaha besar, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), usaha Ultra Mikro maupun masyarakat pada umumnya.

Di sisi lain, Pegadaian mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4% dari 15 juta orang pada 30 Juni 2020 menjadi 18 juta orang pada 30 Juni 2021. Penambahan nasabah tersebut juga berdampak pada naiknya omset bisnis gadai yang tumbuh 6,1% dari Rp 75,57 triliun menjadi Rp 80,18 triliun.

Sepanjang Januari-Juni 2021, kenaikan omset Pegadaian ditopang beberapa lini bisnis perusahaan. Untuk bisnis gadai konvensional naik 5,9% dari Rp 64,21 triliun menjadi Rp 67,98 triliun. Sedangkan untuk gadai syariah tercatat naik 7,4% dari Rp 11,36 triliun menjadi Rp 12,2 triliun per Juni 2021.

“Pertumbuhan nasabah yang mencapai 21,4% pada semester I tahun ini membuktikan perusahaan tetap hadir di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19," ujarnya.

Ke depan, Pegadaian akan terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi banyak orang. Di antaranya melalui produk, layanan maupun program CSR yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Sejak awal pandemi, Pegadaian telah membantu memberikan kemudahan pada masyarakat. Salah satunya melalui produk Gadai Peduli yang tidak memungut bunga atau bunga 0%. Selain itu, ada juga program restrukturisasi dan relaksasi, maupun penyaluran program subsidi bunga yang diluncurkan pemerintah.

Untuk itu, Pegadaian mendukung program pembangunan ekosistem ultra mikro bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Selain itu, Pegadaian juga terus mengembangan kolaborasi dengan pihak swasta, koperasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya.

Tercatat, hingga saat ini sudah lebih dari 1000 mitra yang menjalin kerjasama dengan Pegadaian. Selain itu, Kuswiyoto memastikan kalau Pegadaian akan terus memperkuat aplikasi Pegadaian Digital sebagai sarana informasi yang aman, cepat dan akurat. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait