Usai Grup Capital Masuk, Bank Aladin Syariah Lanjut Tambah Modal

Bank Aladin berencana menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari hasil aksi korporasi kali ini, untuk memperkuat struktur permodalan.
Image title
15 Oktober 2021, 12:49
Bank Aladin, right issue, aksi korporasi, perbankan, saham BANK
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bank Aladin Syariah Tbk berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue. Penambahan modal dilakukan setelah Bank Aladin kedatangan investor baru dari Grup Capital.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Bank Aladin menawarkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumla tersebut setara 13,12% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan dengan kode saham BANK setelah rights issue.

Meski begitu, harga pelaksanaan rights issue ini belum ditentukan, sehingga belum diketahui jumlah dana yang diperoleh Bank Aladin. Dalam sebulan terakhir, harga saham Bank Aladin di Bursa Efek Indonesia alias BEI turun 26,9% menjadi Rp 2.310 pada sesi pertama perdagangan Jumat (15/10).

Bank Aladin berencana menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari hasil aksi korporasi kali ini, untuk memperkuat struktur permodalan. Dana tersebut bakal digunakan untuk peningkatan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha BANK.

Berdasarkan laporan keuangan per Semester I-2021, modal inti Bank Aladin hanya Rp 1,14 triliun. Modal tersebut masih di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong modal inti minimal Rp 2 triliun pada akhir tahun 2021 dan Rp 3 triliun pada 2022.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, belum ada komitmen pemegang saham untuk mengeksekusi haknya. Saat ini PT Aladin Global Venture merupakan pemegang saham pengendali Bank Aladin dan memiliki 7,98 miliar unit saham atau 60,33%.

Dengan asumsi hanya Aladin Global Ventures yang mengambil haknya, maka kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 9,19 miliar unit saham atau setara 63,64%. Sementara bagi investor yang tidak melaksanakan haknya, porsinya akan terdilusi 13,12%.

Kasai Universal yang punya 814,68 juta saham per 30 September 2021, porsinya akan turun dari 6,15% menjadi 5,64%. Sementara, masyarakat yang punya 4,43 miliar saham, porsinya turun dari 33,52% menjadi 30,72%.

Adapun, baru saja terungkap entitas usaha Capital Financial Group, PT Capital Life Syariah, memborong 5,3% atau 701,38 juta saham Bank Aladin. Capital Life juga diketahui sebagai perusahaan afiliasi PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA).

Transaksi ini diketahui dari daftar pemegang saham di atas 5% yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Rabu (13/10) kemarin.

Capital Life Syariah membeli saham Bank Aladin melalui dua nama pemilik rekening efek, yakni PT Pacific Sekuritas Indonesia dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kepemilikan saham berpindah dari Pacific Sekuritas sebanyak 611,53 juta saham, dan dari Bank Syariah Indonesia 89,85 juta saham ke Capital Life.

Rencananya, tanggal pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia berlangsung 9 Desember 2021. Sehingga, periode perdagangan rights issue adalah 9-16 Desember 2021. Di mana, periode penyerahan saham hasil pelaksanaan rights issue dijadwalkan pada 13-20 Desember 2021.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait