IHSG Diprediksi Bergerak Datar, Simak Rekomendasi Saham dari Analisis

IHSG diprediksi berada pada level support di 6.937, 6.892 dan 6.803.
Patricia Yashinta Desy Abigail
25 November 2022, 05:55
IHSG hari ini
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Menuju akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi bergerak sideways atau mendatar pada perdagangan hari ini Jumat (25/11). Analis memperkirakan pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.921 hingga 7.152.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan perjalanan IHSG di akhir pekan masih terlihat cenderung terkonsolidasi dengan potensi tekanan yang mulai menurun. Adapun, peluang naik mulai terlihat walaupun masih berada dalam rentang terbatas.

"Jika IHSG berhasil ditutup dan dipertahankan di atas resisten level terdekat maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar,"kata William dalam keterangan resmi, Kamis malam (24/11).

Menurut William beberapa faktor turut mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Beberapa di antaranya adalah sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga penghujung tahun.

Advertisement

"Hari ini IHSG akan cenderung bergerak sideways atau datar," kata William.

Ia merekomendasikan sejumlah saham di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Rekomendasi terakhir yaitu PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Perusahaan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan level support IHSG diprediksi akan berada di 6.937, 6.892 dan 6.803. Sedangkan level resistance berada di 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ia pun merekomendasikan hold atau buy on weakness pada saham PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) dengan rentang harga 5.850-6.000. Lalu, hold atau buy on weakness pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rentang harga 8.650-8.750. Selanjutnya, hold atau take profit sebagian di 4.750 pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Ivan juga merekomendasikan hold atau buy on weakness pada saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan rentang harga 9.200-9.400. Terakhir hold atau trading buy pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rentang harga 1.840-1.860,

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,37% ke level 7.080 pada perdagangan saham kemarin, Kamis (24/11). Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, nilai transaksi saham kemarin tercatat 10,62 triliun dengan volume 40,146 saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.162.061 kali. Tercatat sebanyak 253 saham dalam zona hijau, 270 saham terkoreksi, 179 saham tak bergerak. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar IHSG menjadi 9,55 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait