Rugi Grup Media Milik Keluarga Bakrie Susut 83% jadi Rp 156 Miliar

Image title
28 Juni 2021, 19:37
Sayap bisnis Grup Bakrie yang bergerak di bidang media, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) masih membukukan rugi bersih pada triwulan I 2021 senilai Rp 156,3 miliar.
Bursa KATADATA | Agung Samosir
Bursa. KATADATA | Agung Samosir

Sayap bisnis Grup  Bakrie yang bergerak di bidang media, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) masih membukukan rugi bersih pada triwulan I 2021 senilai Rp 156,3 miliar. Meski begitu, rugi tersebut mengecil hingga 83,7% dari rugi Rp 963,71 miliar pada periode sama tahun lalu.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan VIVA yang diunggah di keterbukaan informasi, Senin (28/6), pendapatan perusahaan mengalami penurunan 4,25%. Pendapatan tercatat Rp 439,4 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, sementara triwulan I tahun lalu Rp 458,89 miliar.

Salah satu kunci penurunan rugi bersih VIVA adalah total beban usaha pada triwulan I-2021 senilai Rp 422,98 miliar atau turun 11,46% dari Rp 477,72 miliar. Beban usaha VIVA terdiri dari dua yaitu beban program & penyiaran dan beban umum & administrasi.

Beban program dan penyiaran senilai Rp 179,03 miliar atau turun 14,26% dari Rp 208,8 miliar. Sementara itu, beban umum & administrasi mengalami penurunan 9,28% dari Rp 268,91 miliar menjadi Rp 243,95 miliar pada triwulan I 2021.

Karena profitabilitas tersebut terkikis oleh beban, VIVA mencatat kerugian usaha senilai Rp 18,82 miliar pada triwulan I tahun lalu. Hal tersebut, berbalik pada triwulan I tahun ini, dimana VIVA masih membukukan laba usaha senilai Rp 16,42 miliar.

Meski begitu, profitabilitas VIVA tetap tergerus oleh beban lain-lain yang nilai bersihnya mencapai Rp 177,79 miliar pada triwulan I-2021. Meski begitu, beban lain-lain tersebut mengalami penurunan hingga 81,9% dari Rp 982,35 miliar pada triwulan I-2020.

Penurunan tersebut bisa terjadi, setidak karena rugi selisih kurs yang pada tiga bulan pertama lalu mencapai Rp 723,46 miliar, kini ruginya hanya Rp 155,24 miliar. Artinya, mengalami penurunan 78,54% secara tahunan.

Sebab lainnya adalah VIVA sudah tidak lagi menanggung beban penurunan nilai piutang. Padahal, pada triwulan I-2020, VIVA harus menanggung beban penurunan nilai piutang senilai Rp 44,78 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...