Paling Banyak Diminati, 96 Ribu Investor Beli Saham IPO Bukalapak

Image title
6 Agustus 2021, 10:19
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi unicorn pertama yang mencatatkan sahamnya dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (6/8) hari ini.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12).

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi unicorn pertama yang mencatatkan sahamnya dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (6/8) hari ini. Direksi Bursa menilai initial public offering (IPO) ini paling banyak menarik minat investor untuk berpartisipasi.

"Bukalapak merupakan perusahaan tercatat yang mampu menarik minat investor paling banyak. Tercatat sekitar 96 ribu investor berpartisipasi pada pelaksanaan public offering perseroan," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam sambutan secara virtual, Jumat (6/8).

Inarno mengatakan, Bukalapak menjadi perusahaan tercatat ke-28 yang melakukan IPO pada 2021. Secara total, Bukalapak menjadi perusahaan terbuka ke-740 di bursa pada saat ini.

Ia mengatakan, pencatatan saham ini juga menoreh sejarah karena perseroan merupakan perusahaan unicorn pertama yang melantai di BEI. "Bahkan di bursa kawasan Asia Tenggara," kata Inarno menambahkan.

Sebagaimana diketahui, dari 12 perusahaan yang berstatus unicorn di Asia Tenggara, separuhnya berasal dari Indonesia. Apalagi saat ini terdapat 27 perusahaan rintisan (startup) dengan status centaur, sehingga Indonesia memiliki potensi besar menghasilkan unicorn baru lagi.

Dengan IPO Bukalapak, Bursa harap bisa memberikan inspirasi bagi para pemilik dan manajemen perusahaan-perusahaan lain, termasuk unicorn, centaur, maupun perusahaan teknologi lainnya, untuk terus memberikan karya terbaik bagi Indonesia.

Melantainya Bukalapak, dinilai menjadi sebuah langkah awal yang baik bagi kemajuan Perseroan dan dapat memajukan pasar modal indonesia. "Dengan menjadikan Bursa Efek Indonesia sebagai house of growth (rumah pertumbuhan) bagi perkembangan perusahaan," kata Inarno.

Bursa berharap Bukalapak dapat merealisasikan rencana ke depan dengan prosit yang telah dihimpun. Selain itu, diharapkan dapat menghasilkan growth yang menarik.

Harapan lain, Bukalapak mampu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance dalam menjalankan kegiatan usaha dan mematuhi seluruh peraturan pasar modal yang berlaku.

Inarno mengatakan, bursa akan selalu mendukung Bukalapak untuk menjadi perusahaan tercatat yang bertumbuh dan memberikan nilai dan manfaat yang optimal bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

"Dengan tercatatnya saham BUKA, kami harap dapat memperkaya pilihan investasi bagi investor di pasar modal Indonesia," kata Inarno.

Pada kesempatan yang berbeda, Otoritas Jasa Keuangan menilai IPO dari perusahaan unicorn, termasuk Bukalapak, menjadi salah satu oasis pasar modal modal di tengah badai pandemi Covid-19. Hal lainnya, yaitu bertumbuhnya minat investor retail.

Advertisement

"Diharapkan mendorong perkembangan pasar modal Indonesia sekaligus menarik minat investor untuk investasi lebih aktif di pasar modal Indonesia," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam webinar, Kamis (5/8).

Hoesen mengatakan, masuknya unicorn atau decacorn ke Bursa saham domestik melalui IPO, diharapkan dapat mendongkrak kapitalisasi pasar alias market capitalization emiten di BEI. Selain itu, diharapkan juga memberikan daya tarik tersendiri bagi investor, termasuk investor asing.

"Masuknya perusahaan startup tersebut, juga diprediksi bakal lebih menggairahkan perdagangan saham di Bursa dalam negeri," kata Hoesen.

Dalam rangka mengantisipasi masuknya perusahaan unicorn dan decacorn, saat ini OJK bekerja sama dengan BEI sedang menyiapkan regulasi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan-perusahaan tersebut.

"Khususnya bagi unicorn dan decacorn yang menyiapkan inovasi produk yang dapat menyediakan lapangan kerja dan memberikan kemanfaatan sosial yang luas bagi masyarakat dan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi," katanya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait