Hermina Mulai Beli Kembali Saham Hari Ini, Siapkan Rp 100 Miliar

Hermina membatasi harga pembelian kembali saham sebesar maksimum Rp 1.450 per lembar saham.
Image title
15 Februari 2022, 14:32
Hermina
Medikaloka Hermina (HEAL)
RS Hermina

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melakukan pembelian kembali (buy back) saham mulai Selasa (15/2) hari ini sampai 24 Februari 2022. Emiten pengelola rumah sakit ini menyiapkan dana maksimum Rp 100 miliar untuk menyerap paling banyak 80 juta saham perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesi (BEI), pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 10 hari. Rencana tersebut sesuai dengan Peraturan OJK No.2/POJK.4/2013. 

"Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham sebesar maksimum Rp 1.450 per lembar saham," kata Direktur Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (15/2),

Adapun, biaya yang timbul dari pembelian kembali saham adalah imbalan jasa atas transaksi pembelian saham di BEI melalui perusahaan perantara pedagang efek, yaitu hingga 0,25% dari nilai transaksi.

Advertisement

Aristo mengatakan, pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Selain itu, dapat pula memberi fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham tresuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal.

Meski tidak berdampak pada pendapatan perseroan, ia menyebut, rencana aksi korporasi ini dapat mempengaruhi jumlah saham yang beredar. Dengan demikian, aksi ini juga berpotensi berdampak terhadap laba per saham, meski tidak signifikan. 

Sementara itu, Aristo menjelaskan, perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan rencana pembelian kembali saham.

Berdasarkan laporan keuangan Hermina, total ekuitas naik 23,2% menjadi Rp 4,1 triliun per September 2021 dari posisi Rp 3,38 triliun pada akhir 2020. Sementara itu, liabilitas juga tercatat tumbuh 11,7% menjadi Rp 3,32 triliun dari sebelumnya Rp 2,97 triliun pada akhir 2020.

Di sisi lain, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 187% secara tahunan pada Januari hingga September menjadi Rp 1 triliun dari sebelumnya Rp 349 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Pertumbuhan itu didorong naiknya pendapatan sebesar 60,5% menjadi Rp 4,6 triliun. 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait