IHSG Ditutup Naik 0,89%, Ditopang oleh Sektor Energi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan penguatan 0,89% ke level 7.072 pada akhir perdagangan Selasa (4/10) hari ini.
Patricia Yashinta Desy Abigail
4 Oktober 2022, 16:21
IHSG
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan penguatan 0,89% ke level 7.072 pada akhir perdagangan Selasa (4/10) hari ini.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi saham hari ini tercatat mencapai Rp 13,41 triliun dengan volume 24,75 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1.314.129 juta kali.

Tercatat sebanyak 373 saham bergerak menguat, 167 saham lainnya melemah dan 156 saham tak bergerak. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar IHSG menjadi Rp 9.332,50 triliun

Dalam penutupan perdagangan, terdapat dua bursa yang menguat. Nikkei 225 naik 2,96% dan Strait Times naik 0,89%. Sedangkan dua sisanya tidak bergerak atau berada pada persentase 0%, yaitu Shanghai Composite dan Straits Times.

Advertisement

Pada penutupan hari ini, mayoritas sektor berada di zona hijau, dipimpin oleh sektor energi yang meningkat 3,18%. Adapun saham energi yang mengalami kenaikan Bumi Resorces yang naik 7,75% atau 11 poin menjadi Rp 153 per saham.

Lalu, Medco Energi International yang naik 4,84% atau 45 poin menjadi Rp 975 per saham. Kemudian, Indo Tambangraya Megah yang naik 4,75% atau 2.000 poin menjadi Rp 44.150 per saham.

Sektor lain yang naik yaitu, sektor transportasi naik 2,17%, sektor industri dasar naik 2%, dan sektor indutri naik 1,15%. Lalu, sektor keuangan naik 0,81%, sektor infrastruktur naik 0,55%, dan sektor primer naik 0,24%.

Selanjutnya, saham properti naik 0,38% dan saham non primer naik 0,06%. Sedangkan sektor yang masuk pada zona merah yaitu sektor kesehatan turun 0,17% dan sektor teknologi turun 0,25%.

Urutan saham-saham yang masuk jajaran Top Gainer:
1. Victoria Investama
2. Indo Pureco Pratama
3. Sumber Energi Andalan
4. Surya Biru Murni Acetylene
5. Victoria Insurance

Urutan saham-saham yang masuk jajaran Top Losers;
1. Elsa Multi Usaha
2. Yanaprima Hastapersada
3. Buana Finance
4. Telefast Indonesia

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait