IHSG Sesi I Melorot 0,46%, Sektor Teknologi Masih Paling Anjlok

 Zahwa Madjid
2 Desember 2022, 12:51
IHSG
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir terkoreksi pada penutupan sesi pertama perdagangan, Jum’at (2/12) hari ini, dengan penurunan 0,46% ke level Rp 6.988.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, nilai transaksi hari ini mencapai 10,02 triliun dengan volume 42,69 miliar dan frekuensi 697.465 kali

Tercatat 326 saham berada dalam zona merah, 199 mengalami kenaikan dan 173 saham tak bergerak. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 9.490 triliun.

Mayoritas bursa Tanah Air juga mengalami penurunan. Dipimpin oleh indeks sektor teknologi yang turun hingga 1,37%. Saham dari sektor tersebut yang terkoreksi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun hingga 6,38% atau 9 poin menjadi Rp 132 per saham.

Selanjutnya, PT Bukalapak.com yang turun 0,71% atau 2 poin menjadi Rp 278 per saham. Terakhir, PT Metrodata Electronics Tbk turun 2,52% atau 15 poin menjadi Rp 580 per saham.

Sektor saham lainnnya yang terkoreksi adalah sektor industri turun 1,30%, keuangan turun 0,39%, infrastruktur turun 0,48%, primer turun 0,45%, transportasi turun 0,21%, energi turun 0,16%, kesehatan turun 0,17%, sektor non primer turun0,26%, san sektor properti turun 0,07%.

Seluruh bursa Asia juga berada dalam zona merah. Nikkei 225 turun 1,74%, Hang Seng turun 0,76%, Shanghai Composite turun 0,34%, dan Strait Times turun 0,81%.

Melansir KB Valbury Sekuritas, saham Asia turun secara tentatif karena investor mencari kejelasan lebih lanjut tentang perubahan kebijakan covid di Cina.

“Kota-kota besar di negara tersebut, seperti Guangzhou dan Shanghai dibebaskan dari lockdown meskipun kasus terus meningkat,” dalam risetnya.

Sementara itu, Wall Street sebagian besar ditutup merah pada Kamis (01/12) dengan DJIA menyusut 0,56%, diikuti oleh S&P -0,09%. 

Namun, Nasdaq menguat 0,13%, karena sentimen di pasar AS masih berputar di sekitar data pekerjaan yang akan dirilis pada akhir pekan, sementara menanggapi campuran data ekonomi termasuk pengeluaran konsumsi pribadi yang lebih baik dari perkiraan. Namun, indeks manufaktur ISM menunjukkan penurunan yang lebih besar dari yang diharapkan. 

“Di sisi lain, kami melihat bahwa penurunan sebagian besar saham AS sebagian besar didorong oleh faktor teknis setelah dorongan besar hari sebelumnya,” ujar KB Valbury Sekuritas dalam risetnya.

Sedangkan hanya ada satu sektor yang berada dalam zona hijau, yakni sektor energi dasar yang mengalami kenaikan 0,23%.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait