IHSG Tahun Depan Berpotensi Tembus 7.880, Apa Saja Pemicunya?

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan menembus level 7.880 pada 2023, ditopang oleh pertumbuhan laba bersih emiten dan preferensi investor global di pasar modal nasional.
Lavinda
Oleh Lavinda
7 Desember 2022, 10:53
IHSG
Mirae Asset
Mirae Asset

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2023 diperkirakan dapat mencapai level 7.880 atau naik sekitar 11% dari posisi November 2022. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan laba bersih emiten secara berkelanjutan.

Head of Research Team & Strategist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya mengatakan, skenario dasar tersebut juga didukung oleh preferensi investor global pada pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Untuk sektornya, kami memiliki sektor consumer non-cyclical dan finansial, kkarena masih akan prospektif dan dapat menjadi pilihan tahun depan,” ujar Hariyanto dalam Sage Talk & Market Outlook 2023, dikutip Rabu (7/12).

Menurut dia, sektor consumer non-cyclicals masih menarik, karena margin keuntungan perusahaan-perusahaan di bidang tersebut masih dapat meningkat dan laba bersihnya berpotensi tumbuh pada 2023.

Pertumbuhan kinerja emiten saham di sektor tersebut, lanjutnya, merupakan dampak positif dari lebih tingginya harga jual daripada kenaikan harga produk agrikultur akibat normalisasi sejak Juli 2022.

Untuk sektor keuangan, Hariyanto memprediksi pertumbuhan laba bersih perbankan masih akan terus menguat pada 2023, didukung pertumbuhan pinjaman dan pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) yang tinggi tahun depan.

Selain itu, lanjutnya, beban pencadangan atau beban provisi diprediksi menurun tahun depan, sehingga akan mendukung pertumbuhan laba bersih perbankan.

Terkait saham pilihan bulanan, dia menambahkan tiga saham baru emiten consumer non-cyclicals, yaitu ICBP, INDF, dan MYOR sebagai pengganti DSNG, INTP, dan SMGR.

Pilihan saham condong ke sektor perbankan, pertambangan batu bara, dan consumer non-cyclicals, yang diwakili oleh saham BMRI, BBRI, BTPS, BNGA, ITMG, INDF, ICBP, dan MYOR.

“Per 5 Desember, stock pick (saham pilihan) bulanan yang berbobot sama menghasilkan accumulated return (imbal hasil akumulatif) 79,9% versus accumulated return IHSG 9,3%, sejak dimulainya stock pick bulanan pada Agustus 2019. Oleh karena itu, stock pick bulanan mengungguli IHSG sebesar 70,6%,” papar Hariyanto.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait