Profil Sahar Emami, Presenter yang Tetap Live di Tengah Serangan Rudal Israel
Sahar Emami, Presenter kantor berita milik pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRIIN), tengah menjadi sorotan dunia setelah tetap melaksanakan siaran di tengah serangan rudal Israel. Diketahui, rudal Israel berhasil mengguncang gedung kantor berita tempat ia bekerja pada Senin (16/6).
Sahar Emami tengah membacakan berita dalam siaran langsung atau live, ketika suara ledakan keras terdengar dan studio diselimuti asap serta serpihan puing. Tayangan siaran langsung tersebut sontak mengejutkan pemirsa yang menyaksikan perkembangan konflik Israel-Iran melalui televisi nasional.
Lantas, siapa Sahar Emami yang kini menjadi “gadis di medan perang”? Berikut ulasan mengenai profil Sahar Emami pembawa berita yang menjadi sorotan dunia setelah siaran di tengah serangan rudal Israel.
Profil Sahar Emami
Melansir laman Quds News Network, Sahar Emami merupakan lulusan teknik pertanian dengan spesialisasi ilmu pangan. Perempuan kelahiran 1985 ini memasuki dunia media pada 2008 dan memulai kariernya di saluran lokal Teheran.
Ia kemudian bergabung dengan kantor berita pemerintah Iran, IRINN pada 2010. Selama bertahun-tahun, ia memandu acara seperti "Back Home" dan "Piskhan Khabar".
Namun, perannya dalam program politik "Newsstand" melambungkan namanya dan mengukuhkan statusnya sebagai tokoh terkenal di kalangan keluarga Iran. Kelompok penyiaran konservatif tersebut telah menghadapi kritik dari politisi reformis dan banyak warga Iran karena bertindak sebagai corong negara otokratis, yang dengan sendirinya mengekang kebebasan berekspresi.
Sebab, mereka dianggap sangat selektif dalam meliput perkembangan internasional dan domestik. Namun, beberapa warga Iran yang kritis terhadap rezim tersebut mengatakan mereka terinspirasi oleh contoh Emami.
Dipuji Presiden Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut Emami sebagai “simbol ketangguhan, ketabahan, dan semangat pantang menyerah”. Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, bahkan menyamakan Sahar Emami dengan Gordafarid, tokoh perempuan pejuang dari epik Shahnameh karya sastrawan legendaris Persia, Ferdowsi.
“Malam tadi, seorang perempuan Iran berdiri tegak di hadapan kamera tanpa rasa takut, penuh keteguhan, dan cinta pada tanah airnya,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Kurang dari 24 jam setelah kejadian, mural bergambar Emami tengah siaran dengan jari telunjuk terangkat telah terpajang di Lapangan Vali-e Asr, pusat kota Teheran.
Mural tersebut menampilkan ayat dari Shahnameh yang menggambarkan “gadis di medan perang”, memperkuat kesan nasionalisme melalui referensi budaya pra-Islam yang jarang disorot oleh Republik Iran.
Sejumlah tokoh olahraga juga ikut memberi dukungan. Atlet karate Amir Mehdizadeh dan penembak jitu Javad Foroughi bahkan mendedikasikan medali emas mereka dari kompetisi internasional untuk Emami.
Mohajerani mengusulkan penghargaan jurnalisme keberanian diberi nama Emami. Ketenangan Sahar Emami di bawah tekanan serangan rudal Israel dipandang sebagai simbol keberanian dan ketahanan perempuan Iran.
Dimulainya kembali siaran dengan cepat dari studio alternatif semakin menggarisbawahi tekadnya untuk tidak membiarkan serangan itu mengganggu arus informasi atau mengintimidasi media. Bahkan Ynetnews menceritakan keberaniannya itu.
Media israel itu menyebutkan Sahar Emami telah menjadi simbol ketahanan setelah ia melanjutkan siaran langsungnya meskipun ada serangan udara Israel yang menargetkan kantor pusat penyiaran negara Iran. Menurut Ynetnews, secara daring, ia dipuji atas keberanian dan keteguhannya, dengan unggahan-unggahan media sosial yang menempatkan gambarnya di samping tokoh-tokoh berpengaruh seperti mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Demikian ulasan profil Sahar Emami pembawa berita yang menjadi sorotan dunia setelah siaran di tengah serangan rudal Israel.

