Isi Tuntutan Demo Ojol Hari ini: Ini Lokasi dan Penyebab Demo Ojol di Jakarta
Apa isi tuntutan demo ojol hari ini? Aksi dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin, 21 Juli 2025, mulai pukul 13.00 WIB. Para pengemudi online yang ikut dalam aksi, menamakan diri sebagai korban aplikator, mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan penggunaan layanan transportasi online. Sebagian besar driver akan melakukan mogok massal atau off bid selama aksi berlangsung.
Aksi tidak hanya melibatkan para pengemudi transportasi daring, tetapi didukung oleh pengguna layanan ojol, pelajar, serta mahasiswa yang turut menyuarakan aspirasi sebagai bagian dari kelompok yang terdampak kebijakan aplikator.
Demonstrasi merupakan bentuk akumulasi kekecewaan dari para pengemudi dan kurir online. Kementerian Perhubungan dan Menteri Perhubungan dinilai tidak tegas dan lamban merespons tuntutan dari aksi sebelumnya, sehingga persoalan masih berlarut-larut.
Isi Tuntutan Demo Ojol Hari ini
Massa menuntut adanya penyelidikan terhadap operasional aplikator dan penghapusan fitur-fitur tertentu dalam sistem aplikasi ojek online, seperti multi order atau pesanan ganda dalam satu kali transaksi, yang dianggap merugikan pengemudi. Berikut isi tuntutan utama yang akan disampaikan dalam demo tersebut, meliputi:
- Menuntut pembagian pendapatan yang lebih adil bagi para pengemudi.
- Mendesak penerbitan UU atau Perppu tentang transportasi online.
- Meminta penetapan tarif khusus untuk layanan antar barang dan makanan.
- Mendorong penghapusan sistem klasifikasi atau pengkategorian driver online.
- Menuntut audit menyeluruh terhadap perusahaan aplikator.
Lokasi Demo Ojol Hari ini
Selain berpusat di depan Istana Merdeka, aksi demonstrasi akan berlangsung di sekitar Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Penyebab Demo Ojol Hari ini
Menurut Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, aksi yang akan digelar siang ini merupakan respons atas keputusan pemerintah yang dianggap kontra produktif, yakni menaikkan tarif ojek online sebesar 15 persen.
Igun menegaskan bahwa langkah pemerintah tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat atau justru cenderung mendukung kepentingan perusahaan aplikator. Pasalnya, lima tuntutan utama dari para pengemudi hingga kini masih belum direspons secara serius.
Igun menjelaskan bahwa peserta aksi berasal dari berbagai kelompok yang merasa terdampak, termasuk pengguna layanan seperti buruh, pengemudi online, pekerja, pelajar, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM. Semua kelompok ini akan bersatu dalam Aksi 217 dan melakukan aksi kepung Istana Presiden pada Senin, 21 Juli 2025.
Lebih lanjut, Igun menyatakan bahwa jika pemerintah tidak merespons tuntutan yang disuarakan, maka aksi ini tidak akan menjadi yang terakhir. Aksi massa akan berlanjut secara bergelombang dari Agustus hingga Desember 2025, melibatkan berbagai aliansi pengemudi online dari seluruh Indonesia.
Isi tuntutan demo ojol hari ini menyoroti berbagai persoalan yang dirasakan para pengemudi transportasi online terkait kebijakan aplikator dan peran pemerintah. Massa aksi mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan UU atau Perppu khusus transportasi online, membuat tarif layanan pengantaran barang dan makanan yang layak, dan menetapkan pembagian pendapatan yang lebih adil.

