Apa Itu Trading Halt? Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi Investor Saham
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) saham pada Rabu (28/1) pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Trading halt diberlakukan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga 8 persen.
IHSG merosot 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78. Pada awal perdagangan, indeks dibuka di posisi 8.393,51 dan sempat mencatatkan level tertinggi harian di 8.596,17 sebelum akhirnya tertekan sepanjang sesi.
Lantas, apa itu trading halt dan bagaimana dampaknya bagi investor saham?
Apa Itu Trading Halt?
Trading halt adalah penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham di bursa. Penyebab trading halt adalah pergerakan indeks saham yang terlalu ekstrem dalam waktu singkat.
Kebijakan trading halt diterapkan untuk menghadapi kondisi darurat dan memastikan perdagangan tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Mengutip Surat Keputusan Direksi Nomor: Kep-00002/BEI/04-2025, trading halt diberlakukan selama 30 menit apabila IHSG turun lebih dari delapan persen.
Trading halt tambahan 30 menit jika IHSG turun lebih dari 15 persen. Kemudian trading suspend apabila IHSG turun lebih dari 20 persen, baik hingga akhir sesi maupun lebih dari satu sesi atas persetujuan OJK.
Ketika trading halt berlaku, semua transaksi di seluruh papan perdagangan akan dijeda selama durasi yang ditetapkan. Namun, sistem perdagangan tetap menyimpan semua open order yang belum terlaksana.
Investor masih dapat menarik kembali, mengubah harga, atau membatalkan order yang telah ditempatkan, meskipun transaksi belum bisa terjadi. BEI dapat memberlakukan trading halt lanjutan atau bahkan trading suspend jika situasi pasar tetap tidak kondusif dan IHSG terus menurun.
Dalam kondisi trading suspend, tidak ada aktivitas jual beli yang diizinkan, dan semua open order dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi transaksi spekulatif di tengah ketidakpastian yang tinggi.
Penyebab Trading Halt
Ada berbagai faktor dan penyebab trading halt. Berikut beberapa adalah faktor penyebab trading halt yang perlu diketahui para investor.
1. Penurunan Tajam IHSG
BEI menerapkan mekanisme circuit breaker sebagai langkah penghentian sementara perdagangan saat IHSG mengalami penurunan tajam. Penurunan ini biasanya dipicu oleh sentimen negatif yang membuat investor melakukan aksi jual besar-besaran dalam waktu singkat
2. Peristiwa Global yang Tidak Biasa
Peristiwa besar di tingkat dunia, seperti pandemi, krisis ekonomi, atau konflik geopolitik, bisa memicu penghentian sementara perdagangan saham di bursa. Contohnya adalah pandemi Covid-19 pada tahun 2020, yang menyebabkan circuit breaker beberapa kali diterapkan di berbagai bursa saham di seluruh dunia.
3. Volatilitas Harga yang Tinggi
Ketika harga saham tiba-tiba mengalami lonjakan atau penurunan yang sangat signifikan dalam waktu singkat, BEI dapat menghentikan sementara perdagangan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya manipulasi pasar dan menghindari spekulasi yang berlebihan.
4. Gangguan Teknis pada Sistem Bursa Efek
Trading halt juga kerap terjadi akibat gangguan sistem pada platform perdagangan efek, seperti ketidaksinkronan data harga, koneksi yang bermasalah, serangan siber, hingga kerusakan server utama. Masalah teknis berupa gangguan sistem perdagangan, kegagalan komunikasi, atau ancaman keamanan siber tersebut dapat memaksa otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan demi menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Dampak Trading Halt
Secara umum, dampak positif paling nyata dari trading halt adalah mengatasi aksi penjualan aset akibat panic selling berlebihan. Saat emosi fear and greed menguasai pasar, para investor cenderung bertindak irasional, seperti membeli di harga tertinggi atau cut loss di harga terendah.
Trading Halt kerap disebut sebagai cooling period yang memungkinkan investor menganalisis dan memahami situasi dengan lebih objektif sebelum mengambil keputusan. Dampak negatif trading halt adalah likuiditas pasar yang menghilang secara tiba-tiba.
Trading halt akan mengunci posisi investor yang ingin di-take profit atau cut loss sampai perdagangan kembali dibuka. Trading halt juga tidak jarang memicu ketegangan sehingga meningkatkan kecemasan serta ketidakpastian bagi para investor.
Itulah ulasan lengkap mengenai apa itu trading halt dan bagaimana dampaknya bagi investor saham.

