7 Daftar Ilmuwan Nuklir Iran yang Dibunuh Israel

Izzul Millati
4 Maret 2026, 10:40
Ilmuwan nuklir iran yang dibunuh israel
Katadata
Ilmuwan nuklir iran yang dibunuh israel
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konflik Israel dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat turut melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Eskalasi ini memperpanjang ketegangan yang sejatinya telah berlangsung selama bertahun-tahun dan beberapa kali memuncak dalam bentuk serangan langsung maupun operasi terselubung.

Perang terbuka antara Israel dan Iran sebenarnya telah dimulai pada 1 April 2024, ketika fasilitas milik Iran diserang Israel. Sejak saat itu, ketegangan meningkat secara bertahap. Puncaknya terjadi pada 13 Juni 2025, ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan sekitar 100 fasilitas nuklir dan militer Iran. Dalam operasi tersebut, sejumlah ilmuwan nukir Iran tewas saat berada di lokasi yang menjadi sasaran, sebagian di antaranya tengah melakukan eksperimen atau aktivitas riset.

Nama Ilmuwan Nuklir Iran yang Dibunuh Israel

Serangan terhadap ilmuwan nukir Iran bukanlah peristiwa baru. Sejak 2010, beberapa akademisi dan insinyur yang terlibat dalam program nuklir Iran dilaporkan tewas dalam operasi yang diduga bertujuan menghambat kemampuan strategis Teheran. 

Berikut daftar ilmuwan nukir Iran yang dilaporkan terbunuh dalam rangkaian serangan tersebut.

1. Saeed Borji

Saeed Borji menjadi salah satu ilmuwan nukir Iran yang tewas dalam serangan udara Israel pada 13 Juni 2025. Ia dikenal sebagai ahli material peledak dan anggota senior Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (Organization of Defensive Innovation and Research/SPND).

Mengutip sejumlah laporan internasional, Borji disebut memiliki peran penting dalam pengembangan komponen peledak untuk senjata nuklir. Keterlibatannya dalam proyek pertahanan Iran dilaporkan telah berlangsung sejak era perang Iran-Irak pada 1980-an.

Amerika Serikat sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Borji pada 2019 atas dugaan kontribusinya dalam pengembangan teknologi pertahanan strategis.

2. Ali Bokuei Katrimi

Ali Bokuei Katrimi merupakan fisikawan Iran yang fokus pada fisika nuklir dan teknologi bahan peledak. Ia juga dilaporkan tewas dalam serangan 13 Juni 2025.

Perannya dikaitkan dengan program pengembangan rudal Iran. Sejumlah laporan menyebut ia memiliki kontribusi teknis dalam aspek perhitungan dan stabilitas sistem persenjataan.

Kematian Bokuei memperkuat dugaan bahwa ilmuwan nukir Iran menjadi target dalam upaya sistematis melemahkan kapasitas pertahanan dan nuklir negara tersebut.

3. Ahmad Reza Zolfaghari

Ahmad Reza Zolfaghari adalah profesor teknik nuklir di Shahid Beheshti University. Ia termasuk dalam jajaran ilmuwan nukir Iran yang tewas dalam serangan besar Israel pada Juni 2025.

Zolfaghari dikenal sebagai pakar dalam perhitungan daya ledak dan manajemen bahan bakar nuklir. Sejumlah sumber menyebut ia termasuk sedikit pakar yang memiliki kemampuan melakukan simulasi teknis tingkat lanjut terkait reaktor dan sistem nuklir.

Israel berulangkali menuduh Ahmad Reza sebagai sosok ilmuwan yang berkontribusi dalam mengatur strategi Iran terkait pembuatan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil dan energi.

4. Amir Hossein Feqhi

Amir Hossein Feqhi merupakan mantan Kepala Institut Penelitian Sains dan Teknologi Nuklir. Saat tewas dalam serangan 2025, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI).

Feqhi dikenal sebagai tokoh kunci dalam peningkatan efisiensi pengayaan uranium Iran. Perannya dalam pengembangan infrastruktur nuklir menjadikannya salah satu figur penting yang diburu oleh militer AS dan israel. 

5. Mohammad Mehdi Tehranchi

Mohammad Mehdi Tehranchi adalah fisikawan teoretis terkemuka sekaligus tokoh akademik penting di Iran. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Islamic Azad University, salah satu jaringan pendidikan tinggi terbesar di negara tersebut.

Tehranchi juga terlibat dalam riset lanjutan di bidang laser dan plasma. Ia termasuk ilmuwan nukir Iran yang tewas pada 13 Juni 2025.

Kematian Tehranchi dinilai berdampak besar terhadap komunitas akademik Iran karena perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan sains nasional.

6. Fereydoon Abbasi-Davani

Fereydoon Abbasi-Davani merupakan mantan Kepala AEOI yang menjabat hingga 2013. Ia juga pernah menjadi anggota parlemen Iran dan dikenal sebagai tokoh konservatif yang vokal membela program nuklir negaranya.

Abbasi termasuk ilmuwan nukir Iran yang selamat dari upaya pembunuhan pada 2010, namun akhirnya tewas dalam serangan 13 Juni 2025.

Ia pernah menyatakan bahwa Iran kadang menyamarkan informasi tertentu kepada pihak internasional sebagai bagian dari strategi pertahanan menghadapi tekanan global.

7. Akbar Motalebizadeh

Akbar Motalebizadeh merupakan kepala Grup Shahid Karimi, organisasi yang fokus pada pengembangan teknologi senjata canggih. Ia adalah spesialis teknik kimia dan termasuk ilmuwan nukir Iran senior.

Ia tewas dalam serangan Israel pada 13 Juni 2025. Selain aktivitas akademik, Motalebizadeh dilaporkan memiliki pengalaman militer sejak era perang Iran-Irak.

Pada 2019, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadapnya atas dugaan keterlibatan dalam riset sistem persenjataan dan pengujian bahan peledak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan