Update Perang Iran, Amerika Serikat da Israel Serang Teheran: Ini Dampaknya
Update perang Iran semakin memanas, setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Teheran yang menewaskan Ayatollah Khamenei bersama para pejabat tinggi lainnya. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington melancarkan serangan ke Iran setelah memperoleh informasi bahwa sekutu dekatnya, Israel, akan lebih dulu melakukan serangan.
AS juga mengantisipasi kemungkinan Teheran membalas dengan menyasar pasukan militer Amerika yang berada di kawasan tersebut. Pernyataan itu, dilaporkan AFP pada Selasa (3/3/2026), Rubio menyampaikan pada jurnalis jurnalis, Senin (2/3) waktu setempat. Saat itu, ia tengah bersiap memberikan penjelasan kepada anggota parlemen AS terkait operasi militer terhadap Iran.
“Kami sudah mengetahui rencana aksi Israel. Kami juga memahami bahwa langkah tersebut akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Apabila kami tidak bertindak lebih dulu sebelum serangan itu terjadi, maka potensi korban di pihak kami akan jauh lebih besar,” ujar Rubio.
Update Perang Iran, Amerika Serikat dan Israel Menyerang Teheran
Update perang Iran, pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara dan rudal yang menyasar pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta pusat komando Iran dalam operasi gabungan bertajuk Operation Lion’s Roar. Aksi tersebut, memicu respons cepat dari Iran yang membalas dengan rentetan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara sekutu di kawasan Teluk.
Beberapa perkembangan terbaru muncul dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang dimulai sejak Sabtu lalu dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan masih terus berlangsung di Teheran, sementara Iran meningkatkan eskalasi dengan membombardir wilayah negara-negara Timur Tengah, termasuk target yang menampung pangkalan militer AS. Selain itu, Teheran juga menutup jalur strategis Selat Hormuz sebagai bagian dari responsnya terhadap aksi militer tersebut.
Update Perang Iran Terbaru
Perang antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat serta Israel terus meningkat sejak serangan gabungan dilancarkan pada akhir Februari 2026. Berikut update perang Iran:
1. Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS
Sebuah rudal balistik yang diluncurkan Iran mengenai pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Udeid Air Base pada Selasa (3/3/2026) waktu setempat. Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi kejadian ini, yang terjadi bersamaan dengan serangan Iran terhadap target AS dan Israel di wilayah Teluk sebagai respons terhadap aksi AS-Israel.
Kementerian menyebut bahwa awalnya Qatar menjadi sasaran dua rudal, namun satu berhasil ditembak jatuh sementara yang lain menimpa pangkalan.
“Sistem pertahanan udara kami berhasil mencegat salah satu rudal, sementara yang kedua mengenai Pangkalan Al-Udeid,” demikian pernyataan yang dilaporkan AFP
2. Israel Serang Nuklir Iran
Militer Israel menyatakan telah menyerang fasilitas nuklir bawah tanah di Iran. Menurut klaim Israel, para ilmuwan di lokasi itu “secara diam-diam” mengembangkan komponen penting untuk senjata nuklir.
“Intelijen IDF terus memantau aktivitas para ilmuwan dan berhasil menemukan lokasi baru mereka di situs tersebut, memungkinkan serangan yang tepat sasaran,” ujar militer Israel sambil memperlihatkan peta fasilitas yang terletak di pinggiran timur Teheran.
3. Iran Tembak Salvo Rudal Baru ke Israel
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka kembali menembakkan gelombang rudal ke Israel, menurut pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Fars News Agency.
“Gelombang keenam belas Operasi Janji Sejati 4telah dimulai, dengan sejumlah besar rudal dan drone diluncurkan oleh pasukan udara Garda Revolusi ke jantung wilayah pendudukan,” bunyi pernyataan tersebut.
4. Serangan Drone di Konsulat AS Dubai
Serangan drone terjadi di Dubai, menimbulkan kebakaran dekat konsulat Amerika Serikat. Warga melaporkan mendengar ledakan dan melihat api, sementara polisi menutup jalan sekitar lokasi dan mengusir orang-orang yang ingin melihat kerusakan.
5. Prancis Kirim Kapal Induk ke Mediterania
Prancis menempatkan kapal induk andalannya, Charles de Gaulle, ke Mediterania sebagai respons terhadap meningkatnya konflik di Timur Tengah. Presiden Emmanuel Macron menyatakan kapal itu dialihkan dari Atlantik Utara, meski rincian penggunaannya untuk mendukung AS atau mengamankan pangkalan Eropa belum jelas.
6. Ancaman Trump ke Spanyol & Inggris
Presiden Donald Trump mengancam menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol karena menolak memberi izin pangkalan untuk serangan ke Iran, dan mengecam Inggris karena kurang kooperatif. PM Spanyol Pedro Sanchez menekankan pangkalan hanya dapat digunakan sesuai Piagam PBB.
7. Israel Serang Lebanon
Kepala militer Israel menyatakan pasukannya akan terus menyerang Hizbullah sampai dilucuti senjata. Pertempuran terbaru dimulai setelah Hizbullah menembakkan roket sebagai balasan atas pembunuhan Khamenei.
Dampak Perang Amerika Serikat, Israel dan Iran
Eskalasi tidak terhindarkan, ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat drastis setelah rangkaian serangan dan serangan balasan itu. Konflik ini menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar, berdampak pada fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, termasuk Gandhi Hospital di Teheran, bandara, serta infrastruktur sipil lainnya.
Selain itu, situasi memanas turut mengganggu jalur pelayaran vital, termasuk penutupan Selat Hormuz. Harga minyak juga sedikit meningkat pada perdagangan Asia Rabu pagi. West Texas Intermediate naik 0,5% menjadi US$74,92, sementara Brent sempat melewati US$85 per barel, didorong spekulasi kenaikan hingga US$100 per barel.
Update perang Iran, konflik antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel terus memanas. Serangan udara besar yang dimulai pada akhir Februari 2026 memicu serangan balasan rudal dan drone dari Iran ke wilayah Israel, dan pangkalan AS di Teluk. Ribuan target di Iran telah dibom dan puluhan negara bagian di kawasan terdampak, dengan ratusan korban tewas terutama di Iran.

