Claude AI Dipakai Militer AS untuk Atur Strategi Lawan Iran

Izzul Millati
6 Maret 2026, 10:17
Claude AI
Katadata
Claude AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan semakin mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pertahanan dan militer. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan sistem berbasis artificial intelligence semakin luas digunakan untuk analisis data, pengambilan keputusan strategis, hingga perencanaan operasi militer.

Dalam dinamika geopolitik terbaru di Timur Tengah, Asisten kecerdasan buatan Claude AI dilaporkan digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam operasi militer terhadap Iran. Penggunaan teknologi tersebut memicu kontroversi karena terjadi di tengah polemik antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan pengembangnya, Anthropic.

Selain memunculkan perdebatan terkait etika penggunaan teknologi AI dalam konflik bersenjata, isu ini juga berdampak pada popularitas Claude AI di pasar aplikasi digital. Dalam waktu singkat, aplikasi tersebut bahkan melesat menjadi salah satu aplikasi paling banyak diunduh di Amerika Serikat.

Apa Itu Claude AI?

Claude AI merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Anthropic. Sistem ini termasuk dalam kategori large language model yang dirancang untuk memahami bahasa manusia, menganalisis informasi dalam jumlah besar, serta menghasilkan respons berbasis data.

Teknologi ini memanfaatkan pendekatan natural language processing untuk memproses teks dan informasi kompleks secara cepat. Claude AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti analisis dokumen, riset data, hingga pembuatan laporan otomatis.

Sejumlah kemampuan utama Claude AI antara lain:

  • Mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar
  • Membantu proses pengambilan keputusan berbasis informasi
  • Menghasilkan laporan analisis secara otomatis
  • Menyusun strategi berdasarkan data yang tersedia

Kemampuan tersebut membuat Claude AI mulai digunakan dalam berbagai sektor, termasuk penelitian, bisnis, pendidikan, hingga sistem pertahanan.

Claude AI Digunakan dalam Operasi Militer AS

Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa Claude AI digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam operasi militer terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Model kecerdasan buatan tersebut dilaporkan terhubung dengan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM (United States Central Command). CENTCOM merupakan struktur militer yang mengkoordinasikan operasi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Kemampuan Claude AI dalam memproses informasi kompleks secara cepat membuat sistem ini dapat membantu analisis strategi militer dalam skala besar.

Kontroversi Larangan Teknologi Anthropic

Kontroversi muncul karena penggunaan Claude AI dalam operasi militer terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah untuk menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan Anthropic.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengkritik perusahaan tersebut dan mempertanyakan sikap serta kompetensinya dalam mendukung kebutuhan teknologi nasional.

Ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat dan Anthropic sebenarnya telah berlangsung selama beberapa bulan sebelumnya. Pemerintah menilai perusahaan tersebut tidak sepenuhnya mendukung kepentingan pertahanan nasional.

Meskipun demikian, laporan menunjukkan bahwa Claude AI tetap digunakan dalam operasi militer yang berlangsung beberapa jam setelah perintah tersebut dikeluarkan.

Ketegangan antara Pentagon dan Anthropic

Perselisihan antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan Anthropic semakin memanas ketika Departemen Pertahanan menyuarakan kekhawatiran terkait ketergantungan terhadap teknologi perusahaan tersebut.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan menyebut Anthropic sebagai potensi risiko keamanan dan menilai perusahaan tersebut tidak sepenuhnya mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Pentagon juga meminta akses penuh terhadap model kecerdasan buatan milik perusahaan tersebut untuk tujuan yang dianggap sah oleh pemerintah.

Namun, Anthropic menolak permintaan tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa kebijakan penggunaan teknologi mereka tidak mengizinkan model Claude AI digunakan untuk pengembangan senjata, kekerasan, maupun pengawasan massal.

Walaupun konflik tersebut memanas, Pentagon mengakui bahwa penghentian kerja sama secara mendadak sulit dilakukan. Anthropic masih akan menyediakan layanan teknologi selama masa transisi maksimal enam bulan hingga sistem digantikan oleh penyedia lain.

OpenAI Masuk ke Infrastruktur Pentagon

Setelah pengumuman larangan penggunaan teknologi Anthropic, perusahaan pesaingnya, OpenAI, bergerak cepat untuk mengisi kekosongan tersebut.

CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa perusahaan telah mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk mengimplementasikan teknologi AI mereka ke dalam jaringan rahasia Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Teknologi yang akan digunakan termasuk sistem berbasis ChatGPT yang dirancang untuk mendukung analisis data dan operasional militer.

Keputusan ini memicu kontroversi di kalangan pekerja industri teknologi. Lebih dari 100 karyawan dari perusahaan OpenAI dan Alphabet dilaporkan menuntut adanya batasan yang jelas dalam kontrak teknologi dengan militer.

Para pekerja tersebut meminta adanya batasan yang jelas terkait penggunaan AI untuk senjata otonom dan sistem pengawasan massal.

Lonjakan Popularitas Claude AI di App Store

Di tengah polemik penggunaan teknologi AI dalam sektor militer, popularitas Claude AI justru meningkat pesat di pasar aplikasi digital.

Aplikasi Claude buatan Anthropic dilaporkan melonjak ke posisi pertama aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat pada akhir Februari 2026. Posisi tersebut sebelumnya didominasi oleh ChatGPT.

Lonjakan peringkat aplikasi tersebut terjadi setelah laporan mengenai keterkaitan Claude AI dengan operasi militer Amerika Serikat. 

  • Pada 30 Januari 2026, Claude berada di posisi ke-131 dalam kategori aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat.
  • Sepanjang Februari, peringkatnya terus naik turun sementara ChatGPT masih mendominasi daftar aplikasi populer.
  • Menjelang akhir Februari, Claude berhasil naik ke posisi kedua.
  • Tidak lama kemudian, aplikasi tersebut menyalip ChatGPT dan mencapai peringkat pertama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan