Ramadan Makin Digital, Tradisi Tukar Uang Baru Tetap Bertahan
Visa, perusahaan sistem pembayaran global, menyebutkan konsumen Indonesia semakin nyaman dengan pembayaran digital dan belanja daring saat Ramadan.
Namun, tradisi khas Ramadan seperti tukar uang baru dan berbagi tunjangan hari raya (THR) ternyata tetap kuat secara budaya.
Country Manager Visa Indonesia Visa Widiyasari mengatakan, situasi ekonomi saat Ramadan di Indonesia sedang mengalami pergeseran struktural. Pihaknya melihat adanya perubahan dari sekadar peningkatan volume menuju perilaku konsumen yang lebih canggih dan digital-native.
Oleh karena itu, integrasi yang seamless antara pencarian produk secara online dan pembelian offline kini menjadi ekspektasi dasar. Selaras dengan pandangan ini, terkait tradisi tukar uang baru saat Ramadan maka Bank Indonesia ikut mendigitalisasinya melalui platform PINTAR BI.
“Agar bisnis dapat berhasil di periode krusial ini, mereka harus menawarkan pengalaman pembayaran yang aman dan tanpa hambatan, sesuai dengan keluwesan perjalanan konsumen masa kini,” ucapnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (11/3).
Nyata bahwa Ramadan di Indonesia semakin digital. Namun, di tengah meningkatnya transaksi daring dan pembayaran nirsentuh, tradisi lama seperti berburu uang baru untuk THR tetap bertahan. Bedanya, kini prosesnya ikut bertransformasi melalui sistem antrean digital.
Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru, Bank Indonesia kembali menghadirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan penukaran uang baru dengan lebih mudah, aman, dan tertib melalui platform daring PINTAR BI.
PINTAR BI adalah portal resmi Bank Indonesia untuk pemesanan layanan penukaran uang rupiah. Program SERAMBI 2026 yang memanfaatkan platform PINTAR BI ini berlangsung pada 13 Februari hingga 15 Maret 2026 di seluruh Satuan Kerja Kas Bank Indonesia di Indonesia.
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang lebaran. Layanan penukaran uang baru tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang disediakan Bank Indonesia bersama perbankan di seluruh Indonesia.
Penukaran dalam program SERAMBI 2026 tidak melayani sistem go-show, yaitu datang langsung tanpa melakukan pemesanan terlebih dahulu. Semua penukaran wajib dilakukan dengan pemesanan melalui aplikasi PINTAR BI untuk memberikan kepastian, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan bagi masyarakat.
Dengan memahami alur dan persyaratan yang tersedia, proses penukaran uang baru dapat dilakukan dengan lebih praktis secara online.
Di dalam proses penukaran uang baru, BI menyediakan pecahan meliputi Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1.000 dengan masing-masing maksimal 100 lembar per nominal. Total nilai penukaran mencapai Rp3,8 juta per pemesan.
Adapun, menurut Laporan Tahunan Peredaran Uang pada 2023, Bank Indonesia mencatat lonjakan permintaan uang tunai mencapai 30 persen hingga 50 persen selama periode Ramadhan sampai menjelang lebaran setiap tahun. Fenomena ini menunjukkan betapa mengakarnya tradisi tukar uang baru di dalam masyarakat Indonesia.
Praktik tersebut memiliki akar sejarah yang panjang dalam budaya kita. Uang baru yang bersih dan wangi dianggap sebagai simbol penghormatan, kemakmuran dan keberkahan.
