Saham Emas Apa Saja? Ini Daftar Emiten Tambang Emas di BEI

Izzul Millati
8 Mei 2026, 10:19
Saham emas apa saja?
unsplash.com
Saham emas apa saja?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham emas menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin banyak diminati investor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga emas dunia sepanjang 2025 hingga 2026. Ketika inflasi meningkat, suku bunga berubah, dan pasar keuangan bergejolak, sektor emas sering dianggap sebagai aset safe haven atau pelindung nilai karena harganya cenderung bertahan bahkan naik saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Di Indonesia, investasi emas tidak hanya dilakukan melalui pembelian logam mulia fisik, tetapi juga melalui saham perusahaan tambang emas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui instrumen ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap sektor emas tanpa harus menyimpan emas batangan secara langsung.

Minat terhadap saham emiten emas meningkat setelah harga emas mencatat kenaikan tajam sepanjang 2025. Harga emas dunia di pasar spot sempat menembus level US$ 3.851,99 per ons, sementara harga emas Antam di dalam negeri mencapai sekitar Rp2,235 juta per gram. Kondisi tersebut ikut mendorong penguatan sejumlah saham perusahaan tambang emas di pasar modal Indonesia.

Apa Itu Saham Emas?

Saham emas adalah saham perusahaan yang memiliki kegiatan usaha utama di sektor pertambangan, eksplorasi, pengolahan, atau perdagangan emas dan logam mulia lainnya.

Ketika investor membeli saham perusahaan emas, investor tersebut memiliki sebagian kepemilikan dalam perusahaan yang bergerak di industri emas. Berbeda dengan emas fisik yang nilainya mengikuti harga logam mulia dunia, saham perusahaan emas memiliki pergerakan yang dipengaruhi lebih banyak faktor.

Selain harga emas global, saham emiten emas juga dipengaruhi kondisi ekonomi dunia, nilai tukar mata uang, kebijakan suku bunga bank sentral, produksi tambang, cadangan emas perusahaan, hingga kinerja keuangan dan operasional emiten itu sendiri.

Karena itu, saham emas sering dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang lebih agresif dibanding emas fisik, meskipun resikonya juga lebih tinggi karena dipengaruhi fluktuasi pasar saham.

Alasan Saham Emas Banyak Diminati

Ketertarikan investor terhadap saham emas meningkat karena sektor emas dinilai mampu menjaga nilai investasi ketika kondisi ekonomi tidak stabil.

  • Saat inflasi tinggi atau terjadi ketidakpastian global seperti perang dagang, resesi, atau gejolak geopolitik, investor biasanya mencari instrumen yang dianggap lebih aman. Dalam situasi tersebut, harga emas cenderung mengalami kenaikan sehingga saham perusahaan tambang emas ikut mendapat sentimen positif.
  • Selain itu, saham emas juga menawarkan peluang keuntungan tambahan melalui kenaikan harga saham dan pembagian dividen kepada pemegang saham. Beberapa perusahaan tambang emas di Indonesia dikenal rutin membagikan dividen sehingga menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.
  • Investasi saham emas juga dinilai lebih praktis dibanding emas fisik karena transaksi dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi investasi tanpa memerlukan tempat penyimpanan khusus.

Saham Emas Apa Saja yang Terdaftar di BEI?

Di Bursa Efek Indonesia terdapat sejumlah perusahaan yang memiliki bisnis utama atau eksposur besar di sektor pertambangan emas dan logam mulia.

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menjadi salah satu emiten emas paling dikenal di Indonesia. Perusahaan BUMN ini bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan emas, nikel, feronikel, serta bauksit.

ANTM dikenal sebagai produsen emas logam mulia terbesar di Indonesia melalui produk emas Antam yang banyak digunakan masyarakat sebagai instrumen investasi.

Selain memiliki cadangan tambang besar, perusahaan ini juga dikenal memiliki kinerja yang relatif stabil dan rutin membagikan dividen kepada pemegang saham.

Sepanjang 2025, saham ANTM mencatat kenaikan signifikan lebih dari 100 persen secara year-to-date seiring melonjaknya harga emas global dan meningkatnya minat investor terhadap sektor emas.

2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk merupakan perusahaan tambang yang fokus pada eksplorasi dan produksi emas serta tembaga.

Aset utama perusahaan ini adalah Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi yang dikenal memiliki cadangan emas dan tembaga cukup besar. Selain itu, MDKA juga memiliki proyek pertambangan di Gorontalo dan Maluku.

MDKA dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang cukup kuat karena ekspansi proyek tambang yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

PT Archi Indonesia Tbk atau ARCI merupakan salah satu produsen emas terbesar di Asia Tenggara dengan operasional utama di Sulawesi Utara.

Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan emas dan perak dengan kapasitas produksi yang besar. ARCI juga terus melakukan pengembangan operasional untuk meningkatkan efisiensi dan produksi tambang.

Karena kapasitas produksinya yang besar, saham ARCI cukup diperhatikan investor sektor pertambangan.

4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

PT Bumi Resources Minerals Tbk fokus pada eksplorasi dan pengembangan tambang emas serta sumber daya mineral lainnya. Perusahaan ini memiliki sejumlah wilayah tambang strategis di Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Dalam beberapa tahun terakhir, BRMS menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang cukup signifikan sehingga mulai menarik perhatian investor yang mencari saham sektor tambang dengan potensi pertumbuhan tinggi.

5. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

PSAB merupakan perusahaan tambang emas yang memiliki aktivitas operasional di Indonesia dan Malaysia.

Meski sempat menghadapi tantangan keuangan, perusahaan ini masih memiliki potensi pertumbuhan karena cadangan emas yang cukup besar dan proyek tambang yang terus bertumbuh.

6. PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk dikenal sebagai bagian dari Astra Group dan merupakan distributor alat berat terbesar di Indonesia.  Selain bisnis alat berat, UNTR juga memiliki eksposur di sektor pertambangan termasuk investasi pada tambang emas dan sumber daya mineral lainnya.

Saham UNTR dikenal cukup stabil dan rutin membagikan dividen sehingga sering dipilih investor konservatif.

7. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Walaupun lebih dikenal sebagai perusahaan energi dan migas, MEDC juga memiliki keterlibatan dalam sektor pertambangan emas melalui investasi pada sumber daya alam.

Pengalaman panjang Medco dalam industri energi dan pertambangan membuat saham ini tetap diperhatikan investor yang mencari eksposur di sektor tambang.

8. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS menjadi salah satu saham emas baru yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO pada September 2025.

Perusahaan ini merupakan anak usaha MDKA yang mengelola Tambang Emas Pani di Gorontalo dengan potensi lebih dari 7 juta ounces emas.

EMAS juga sedang mengembangkan fasilitas heap leach dan carbon-in-leach (CIL) yang ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi emas hingga ratusan ribu ounces per tahun pada 2030.

Faktor Apa yang Mempengaruhi Harga Saham Emas?

Pergerakan saham perusahaan tambang emas dipengaruhi berbagai faktor global maupun domestik.

  • Faktor paling utama adalah harga emas dunia. Ketika harga emas internasional naik, pendapatan perusahaan tambang emas biasanya ikut meningkat sehingga dapat mendorong penguatan harga saham emiten sektor ini.
  • Selain itu, kondisi ekonomi global juga sangat berpengaruh. Ketidakpastian ekonomi, inflasi tinggi, perang dagang, dan gejolak geopolitik biasanya meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
  • Kebijakan moneter bank sentral seperti penurunan suku bunga juga dapat mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari alternatif investasi selain instrumen berbunga rendah.
  • Di sisi internal perusahaan, produksi tambang, cadangan emas, strategi ekspansi, serta kualitas manajemen menjadi faktor penting yang mempengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan emas.

Bagaimana Prospek Saham Emas di Indonesia?

Prospek saham emas di Indonesia masih dinilai cukup menarik seiring tingginya permintaan emas dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Indonesia juga memiliki cadangan emas yang besar sehingga sektor pertambangan logam mulia masih memiliki ruang pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pertambangan dan hilirisasi mineral turut menjadi faktor yang memperkuat prospek industri emas nasional.

Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa saham emas memiliki risiko fluktuasi harga yang cukup tinggi karena dipengaruhi kondisi pasar global dan pergerakan harga komoditas.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan