Suku Bunga Bank Indonesia Naik 5,25%, Apa Dampaknya?
Bank Indonesia atau BI menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Hal ini diputuskan BI melalui hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Mei 2026.
Selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 6,00 persen. Mengutip laman resmi BI, kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Utamnya akibat memanasnya konflik dan perang di kawasan Timur Tengah yang memicu gejolak pasar keuangan internasional. Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan sehingga BI perlu mengambil langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Lantas, apa dampak kenaikan suku bunga BI bagi masyarakat? Berikut ulasannya.
Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia
Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) adalah tingkat suku bunga dasar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman bagi seluruh bank di Indonesia dalam menentukan suku bunga produk mereka, seperti kredit, tabungan, dan deposito. Suku bunga acuan menjadi salah satu indikator penting dalam kondisi ekonomi nasional.
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 membawa dampak besar terhadap masyarakat, dunia usaha, perbankan, investasi, hingga obligasi pemerintah. Berikut beberapa dampak kenaikan suku bunga BI.
1. Bunga Tabungan dan Deposito Naik
Dampak suku bunga acuan tidak selalu berdampak buruk. Langkah ini memberikan keuntungan bagi masyarakat yang menabung.
Bank biasanya akan menaikkan bunga tabungan dan deposito agar masyarakat tertarik menyimpan uang di bank.
2. Cicilan Pinjaman Menjadi Lebih Mahal
Kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen menyebabkan bunga pinjaman di perbankan ikut meningkat. Dampaknya paling terasa pada kredit dengan bunga mengambang seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, kartu kredit, hingga pinjaman usaha.
Masyarakat yang memiliki cicilan kemungkinan harus membayar angsuran lebih besar setiap bulan.
3. Harga Obligasi Pemerintah Turun
Kenaikan BI Rate biasanya menyebabkan harga obligasi pemerintah mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena investor menginginkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi sesuai kondisi suku bunga terbaru.
4. Imbal Hasil Obligasi dan SBN Menjadi Lebih Tinggi
Walaupun harga obligasi turun, kenaikan BI Rate justru membuat imbal hasil obligasi baru menjadi lebih menarik. Investor memiliki peluang memperoleh keuntungan lebih besar dari instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN)
5. Nilai Reksadana Obligasi Menurun
Reksadana pendapatan tetap atau reksadana obligasi juga terdampak ketika BI Rate naik. Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana ikut melemah karena harga obligasi turun
Investor reksadana mungkin melihat penurunan nilai investasi mereka dalam jangka pendek. Namun, jika suku bunga stabil kembali, reksadana berpotensi pulih secara bertahap.
6. Minat Investasi Saham Bisa Menurun
Ketika suku bunga naik, sebagian investor memilih memindahkan dana mereka dari pasar saham ke instrumen yang lebih aman seperti deposito atau obligasi pemerintah. Akibatnya, pasar saham bisa mengalami tekanan karena berkurangnya minat investasi.
7. Nilai Tukar Rupiah Lebih Stabil
Kenaikan suku bunga membantu menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar AS. Investor asing biasanya tertarik menanamkan modal di negara yang menawarkan suku bunga lebih tinggi karena memberikan keuntungan lebih besar.
8. Daya Beli Masyarakat Menurun
Kenaikan suku bunga sering kali dilakukan untuk menekan inflasi, namun dalam jangka pendek dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa. Biaya produksi dan distribusi yang lebih tinggi dapat diteruskan kepada konsumen.
Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi beban cicilan yang meningkat. Kombinasi ini membuat daya beli masyarakat cenderung melemah.
Itulah delapan dampak kenaikan suku bunga acuan BI bagi masyarakat. Kenaikan BI-rate tidak selalu menimbulkan dampak negatif, namun juga membawa dampak positif bagi ekonomi.

