Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Ratu Monita
Oleh Ratu Monita - Tim Publikasi Katadata
1 September 2026, 08:36
bantuan kemanusiaan Bank Indonesia
Katadata/Ratu
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Paket bantuan telah diberangkatkan secara bertahap dari Museum Bank Indonesia di Jakarta mulai 22 hingga 31 Agustus.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pada masa tanggap darurat bencana.

“Bank Indonesia senantiasa menempatkan diri sebagai mitra strategis yang berjalan seiring dan  berkolaborasi erat dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BNPB, TNI, POLRI, serta berbagai institusi terkait,” ujar Denny dalam sambutannya.

Bank Indonesia menyalurkan bantuan tanggap darurat dengan total tonase 32,5 ton melalui Posko BNPB di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma. Pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan masyarakat terdampak pada setiap fase kedaruratan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia terhadap masyarakat NTT.

“Bantuan yang telah tersalurkan saat ini kurang lebih 98 persen. Tentunya ini menjadi bagian dari kepedulian kita bersama, bukan hanya mengirimkan dukungan bantuan, Tapi yang paling penting adalah, bagaimana kita memberikan harapan bagi masyarakat NTT yang saat ini terdampak bencana dan menghadapi kesulitan,” kata Raditya, dalam kesempatan yang sama.

Pengiriman bantuan tahap pertama telah disalurkan Bank Indonesia pada Senin (24/8) yang berisi kebutuhan mendesak pascakejadian, meliputi obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, serta perlengkapan higienitas sebanyak 8,5 ton atau tujuh truk penuh.

Truk membawa bantuan Bank Indonesia untuk korban gempa NTT

Truk membawa bantuan Bank Indonesia untuk korban gempa NTT (Katadata/Ratu Monita)

 

Pada tahap kedua 27 Agustus 2026, Bank Indonesia menyalurkan 9,7 ton bahan pangan pokok berupa beras dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan pada fase berikutnya.

Sementara itu, pengiriman tahap ketiga yang dilakukan tanggal 31 Agustus 2026, mencakup tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, dan makanan siap saji dengan total berat 14,3 ton. Bantuan tersebut dikirim menggunakan tiga truk komersial ke Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma.

Program kemanusiaan ini juga akan dilanjutkan melalui program sosial terkait dengan pemulihan pascabencana lainnya yang meliputi perbaikan dan pemulihan sarana terdampak bencana antara lain rumah ibadah, sekolah, MCK, pembangunan sumur bor di wilayah terpencil, penyediaan sarana pendidikan, sarana ibadah, serta layanan kesehatan.

Ke depan, Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Denny mengatakan, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT juga memastikan kebutuhan likuiditas perbankan di daerah terdampak tetap terpenuhi secara optimal, termasuk melalui optimalisasi kas titipan.

“Melalui sinergi bersama TNI AL dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), penyediaan uang layak edar akan terus menjangkau wilayah terpencil dan kepulauan yang sulit diakses,” ujarnya.

Program ERB tersebut menjangkau sejumlah wilayah yang memiliki tantangan aksesibilitas, antara lain Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera.

Dari sisi pengendalian inflasi, Bank Indonesia juga terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memitigasi risiko lonjakan harga pascabencana. Strategi pengendalian inflasi difokuskan pada upaya menjaga ketahanan pasokan komoditas pangan strategis dan stabilitas harga sesuai dengan dinamika di lapangan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga proses pemulihan. Sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB, TNI AU, Pemerintah Provinsi NTT, dan seluruh mitra penyedia logistik yang bergerak bersama di lapangan. Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi yang terjalin dapat terus dijaga untuk mendukung masyarakat NTT agar segera bangkit dan pulih pascabencana.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan