IHSG Hari ini 15 September 2026 Melemah 0,76 Persen ke 6.484,92
IHSG hari ini, Selasa (15/9/2026), bergerak melemah setelah sempat dibuka di zona hijau. Pada akhir perdagangan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 49,77 poin atau 0,76 persen ke level 6.484,92. Pergerakan pasar turut dipengaruhi sentimen investor terhadap kondisi ekonomi domestik dan global.
Melansir Antara, pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 10,08 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.544,77. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga sesi pertama berakhir.
IHSG Hari ini Fluktuatif
Pergerakan IHSG pada Selasa pagi berlangsung cukup fluktuatif. Data perdagangan menunjukkan indeks sempat berada di zona positif, sebelum akhirnya berbalik melemah.
Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat turun 10,22 poin atau 0,19 persen ke level 6.521,98. Saat itu, sebanyak 263 saham menguat, 124 saham melemah, dan 256 saham bergerak stagnan.
Tekanan kemudian berlanjut hingga penutupan sesi pertama. IHSG turun 0,76 persen menjadi 6.484,92. Melemahnya IHSG menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati dalam menentukan arah transaksi.
Pergerakan pasar juga terjadi setelah sehari sebelumnya, Senin (14/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,10 persen ke level 6.534,69. Pada perdagangan tersebut, indeks sempat mencapai level tertinggi 6.550 sebelum berakhir mendekati posisi terendah hariannya.
Apa yang Mempengaruhi IHSG Hari ini?
Salah satu perhatian investor dalam perdagangan IHSG hari ini adalah pergantian Menteri Keuangan. Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026).
Pelaku pasar mencermati kebijakan fiskal yang akan ditempuh Suahasil dan kemampuannya menjaga kredibilitas pengelolaan APBN. Analis menilai pasar cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan pemerintah sebelum menentukan posisi investasi lebih lanjut.
Selain faktor domestik, investor juga memperhatikan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Kondisi suku bunga global dapat mempengaruhi aliran modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. ANTARA menyebut IHSG pada perdagangan Selasa diperkirakan bergerak sideways karena pelaku pasar mencermati kebijakan Menkeu baru dan arah kebijakan The Fed.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah pemberlakuan kembali implementasi pembiayaan transaksi short selling secara bertahap oleh Bursa Efek Indonesia mulai 15 September 2026. Kebijakan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting di pasar modal domestik hari ini.
Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan IHSG memiliki peluang bergerak sideways pada kisaran 6.400-6.600. Investor masih menunggu katalis baru yang dapat mendorong indeks keluar dari rentang tersebut.
IHSG hari ini hingga penutupan sesi pertama, Selasa (15/9/2026), tercatat melemah 0,76 persen ke level 6.484,92. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi respons pasar terhadap kebijakan Menteri Keuangan baru, sentimen global, arah The Fed, serta dinamika perdagangan saham domestik.

