Demo DPR Hari Ini Berpotensi Macet, Ikuti Jalur Alternatif Ini
Arus lalu lintas di beberapa wilayah DKI Jakarta diprediksi mengalami kepadatan signifikan pada Senin (5/10/2026), seiring dengan adanya demo DPR hari ini. Potensi penumpukan kendaraan ini dipicu oleh dua agenda besar yang berlangsung bersamaan, yaitu aksi unjuk rasa oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Senayan serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang parah di titik-titik kegiatan, kepolisian bersama dinas perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas. Pengguna jalan diimbau mencermati rute alternatif dan mengantisipasi hambatan lalu lintas sejak pagi hingga sore hari.
Detail Agenda Unjuk Rasa BEM SI dan Tuntutannya
Masyarakat perlu mengetahui jadwal serta cakupan aksi demonstrasi untuk memperkirakan tingkat keterlambatan arus di sekitar gedung wakil rakyat.
Aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Massa yang diimbau mengenakan pakaian almamater dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.
Aksi tersebut membawa fokus utama terkait isu pendidikan sebagai hak seluruh rakyat Indonesia dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, tanpa terbatas oleh kondisi ekonomi maupun wilayah dari Aceh hingga Papua.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan BEM SI dalam demo DPR hari ini meliputi:
Revisi Undang-Undang Sisdiknas: Desakan pembahasan dan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional secara partisipatif.
Realisasi Pendidikan Gratis: Desakan kepada pemerintah untuk mewujudkan akses pendidikan gratis secara merata dan bukan sekadar janji.
Kesejahteraan Tenaga Pendidik: Tuntutan peningkatan kesejahteraan bagi guru serta tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Jaminan Keberlanjutan PTS: Kepastian keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam implementasi kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Selain kegiatan unjuk rasa, agenda berskala nasional lainnya yang berpotensi mempengaruhi kelancaran jalan raya adalah puncak peringatan HUT ke-81 TNI.
Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Rencana awal puncak acara yang semula akan digelar di kawasan Monas dengan parade alutsista dan simulasi tempur resmi dibatalkan. Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan karena banyak prajurit masih menjalankan tugas penanganan bencana dan operasi bantuan di berbagai daerah.
Sebagai gantinya, puncak acara dialihkan menjadi upacara bendera di Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kapus Bintal TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama, Brigjen TNI Chandra Adibrata, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam perayaan ini dengan menyesuaikan agenda kenegaraan.
Titik Ruas Jalan yang Terdampak Kepadatan
Dua pusat kegiatan yang tersebar di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur memicu potensi hambatan lalu lintas di beberapa koridor utama ibu kota. Pengendara disarankan mengenali titik-titik rawan tersebut sebelum beraktivitas.
Berdasarkan pemantauan dan informasi resmi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, potensi kepadatan terbagi di dua kawasan berikat:
Kawasan DPR RI Senayan: Ruas Jalan Gatot Subroto tepat di depan Gedung DPR/MPR RI, kawasan persimpangan Semanggi, Jalan Asia Afrika, Gelora, hingga akses sekitar Palmerah dan Pejompongan.
Kawasan Mabes TNI Cilangkap: Akses jalan di sekitar Kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, diperkirakan mengalami kepadatan mulai pukul 06.00 WIB hingga seluruh rangkaian upacara selesai.
Panduan Jalur Alternatif untuk Pengendara
Aparat kepolisian lalu lintas memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Pengendara yang berniat melintasi wilayah terdampak disarankan memanfaatkan panduan rute pengalihan arus berikut untuk menghindari kemacetan.
Berikut rincian jalur alternatif berdasarkan arah pergerakan kendaraan:
Arah Timur (Cawang, Tebet, Manggarai): Hindari Jalan Gatot Subroto dan Jalan Rasuna Said. Kendaraan dapat mengalihkan rute melalui Jalan MT Haryono – Jalan Saharjo – Pancoran – Jalan Ampera Raya – Blok M/Pondok Indah. Untuk arah Semanggi menuju Slipi, gunakan Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Asia Afrika – Jalan Patal Senayan – Jalan Patal Senayan 1 – Jalan Patal Senayan Simprug – keluar di Jalan Layang Simprug.
Arah Barat (Tangerang, Kebon Jeruk, Palmerah): Hindari Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jenderal Sudirman. Pengendara dapat melintas via Jalan Arteri Pondok Indah – Jalan Metro Pondok Indah, lalu bergerak ke arah selatan melalui kawasan Senayan, GBK, hingga Semanggi.
Arah Selatan (Hang Tuah, Blok M): Hindari jalur menuju Jalan Gatot Subroto. Gunakan rute Jalan Hang Lekir 1 – Jalan Asia Afrika – Jalan Pintu Satu Senayan – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan K.H. Mas Mansyur – Jalan Penjernihan – Jalan Pejompongan Raya – Kupingan Jalan Jenderal Gatot Subroto. Opsi lain dapat langsung melintasi Jalan Jenderal Sudirman – Jalan K.H. Mas Mansyur – Jalan Penjernihan – Jalan Pejompongan Raya.
Arah Utara (Ancol, Sunter, Kemayoran): Hindari Jalan Gatot Subroto dan Jalan Asia Afrika. Gunakan jalur alternatif melalui Jalan Gunung Sahari – Jalan Mangga Dua – Jalan S. Parman untuk menjangkau kawasan Slipi atau Palmerah.
Himbauan Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas
Guna memastikan kelancaran aktivitas harian di tengah agenda besar ibu kota, partisipasi aktif pengguna jalan dalam mematuhi aturan lalu lintas sangat diperlukan.
Petugas kepolisian menghimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan tetap mengikuti petunjuk di lapangan.
Berikut beberapa langkah antisipasi yang dapat diterapkan pengguna jalan:
Selalu periksa pembaruan kondisi jalan melalui pemetaan digital atau saluran resmi media sosial TMC Polda Metro Jaya sebelum melintas.
Manfaatkan sarana transportasi rel seperti MRT atau KRL guna menghindari hambatan di jalur darat utama.
Ikuti skema pengalihan jalan serta instruksi diskresi yang diberlakukan oleh personel kepolisian di titik-titik rekayasa lalu lintas.
