Profil Ahrie Sonta: Mantan Ajudan Prabowo, Tersangka Kasus Penyadapan Presiden

Izzul Millati
4 November 2026, 09:45
profil Ahrie Sonta tersangka kasus penyadapan presiden
youtube bataknesia
profil Ahrie Sonta tersangka kasus penyadapan presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Profil Ahrie Sonta menjadi pusat perhatian publik Indonesia setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta Selatan merilis jajaran pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Pria pemilik nama lengkap Ahrie Sonta Nasution tersebut menduduki posisi strategis sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho.

Penunjukan perwira tinggi kepolisian ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang memutasi 88 perwira tinggi dan menengah di Markas Besar (Mabes) Polri Jakarta.

Lantas, siapa Ahrie Sonta? Jabatan Kadivkum Polri membawanya menyandang pangkat jenderal bintang dua pada usia 45 tahun, hanya sekitar setahun setelah meraih pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).

Namun, baru sekitar satu bulan mengemban tugas dan sempat menghadiri Forum Nasional Pembangunan Hukum di Jakarta pada Oktober 2026, ia terseret perkara dugaan penyadapan terhadap kepala negara Republik Indonesia tersebut.

Profil Ahrie Sonta: Latar Belakang dan Karier Kepolisian

profil Ahrie Sonta tersangka kasus penyadapan presiden

profil Ahrie Sonta tersangka kasus penyadapan presiden (bataknesia)

Penjelasan mengenai profil Ahrie Sonta kerap mengemuka lantaran rekam jejak akademis dan kenaikan pangkatnya yang melesat pesat di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bagi publik yang penasaran tentang siapa Ahrie Sonta?, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981 ini merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Batalyon Wicaksana Laghawa 2002 di Semarang, Jawa Tengah. Ia mencatatkan sejarah sebagai lulusan Akpol 2002 pertama yang berhasil meraih pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Selain karier dinas di jajaran Korps Bhayangkara, Ahrie mencatatkan prestasi akademik menonjol sebagai polisi pertama yang meraih gelar doktor Ilmu Kepolisian (Doctor of Police Science). Gelar akademis tertinggi tersebut diselesaikannya pada 7 Juni 2018 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta Selatan sewaktu berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), melalui riset mengenai penguatan budaya etika dan reformasi kepolisian tingkat resor.

Pengalaman pendidikannya diperluas lewat pelatihan internasional di Politieacademie Apeldoorn Belanda, analisis kejahatan di Münster Jerman, Joint Special Operation University Amerika Serikat, S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Nanyang Technological University Singapura, hingga lulus Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Lembang, Jawa Barat pada 2024.

Sebagai rangkuman profil Ahrie Sonta, Berikut adalah urutan perjalanan karier dan posisi strategis yang pernah ditempati oleh Ahrie Sonta:

  • Kepala Divisi Hukum Polri: Ditunjuk melalui Telegram Kapolri tanggal 2 Oktober 2026 di Mabes Polri Jakarta pada era Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

  • Penyelidik Paminal Utama Tk II Divpropam Polri: Menjabat pada Oktober 2025 sekaligus memperoleh promosi pangkat Brigjen Pol pada usia 44 tahun.

  • Ajudan Presiden Republik Indonesia: Terpilih dari unsur Polri untuk bertugas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Oktober 2024 setelah melalui proses seleksi.

  • Sekretaris Pribadi Kapolri: Mendampingi pimpinan tertinggi Polri di Mabes Polri Jakarta sejak 18 Februari 2021 dengan pangkat awal AKBP hingga meraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa menjadi Kombes Pol pada 2021.

  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok: Memimpin wilayah hukum pelabuhan di Jakarta Utara sebelum ditarik ke Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polri.

Dekat dengan Listyo Sigit dan Pernah Menjadi Ajudan Prabowo

Penelusuran profil Ahrie Sonta berkaitan erat dengan penugasan panjangnya di lingkaran pejabat penting pemerintah Indonesia, terutama Jenderal Listyo Sigit Purnomo yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Hubungan kedinasan keduanya terbangun sejak 2020 ketika Listyo Sigit menjabat Kepala Bareskrim Polri dan Ahrie menjadi bagian dari tim khusus penangkapan buron kasus cessie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra, di Malaysia pada 30 Juli 2020.

Setelah Listyo Sigit dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Republik Indonesia, Ahrie dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Pribadi (Sespri/Sekpri) Kapolri pada Spripim Polri di Jakarta selama lebih dari tiga tahun.

Kariernya berlanjut pada Oktober 2024 saat ia terpilih menjadi satu dari empat ajudan (aide de camp) Presiden Prabowo Subianto mewakili unsur Polri dari enam personel kepolisian yang mengikuti seleksi resmi.

Meski terpilih resmi bersama perwira dari tiga matra TNI, Ahrie pada praktiknya tidak pernah bertugas mendampingi kegiatan harian Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta maupun Istana Bogor karena sang Presiden lebih memilih mengandalkan ajudan pribadinya.

Pengungkapan Kasus Besar dan Prestasi di Bidang Reserse

Sepanjang pengabdian di lapangan, Ahrie Sonta memiliki rekam jejak yang kaya di bidang reserse kriminal (criminal investigation) dan operasional penindakan hukum di Indonesia. Keterlibatannya mencakup berbagai operasi penanganan kejahatan berskala nasional maupun internasional yang berpusat di wilayah hukum Indonesia.

Rangkaian pengungkapan kasus signifikan serta penugasan lapangan yang pernah ditangani oleh Ahrie antara lain:

  1. Penangkapan Buronan Djoko Tjandra: Terlibat dalam tim Bareskrim Polri pimpinan Listyo Sigit yang bekerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia untuk menjemput Djoko Tjandra di Kuala Lumpur setelah 11 tahun menjadi buron perkara korupsi di Indonesia.

  2. Penyelundupan Narkotika Sindikat Taiwan: Membongkar peredaran gelap jaringan internasional di Perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, dengan menyita barang bukti 1,6 ton narkotika.

  3. Pengungkapan Narkoba Jakarta: Mengungkap peredaran 100 kilogram narkotika dalam waktu dua bulan saat menjabat Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di Jakarta pada 2018.

  4. Satgas Operasi Nemangkawi: Diterjunkan langsung dalam satuan tugas khusus kepolisian untuk menanggulangi aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Provinsi Papua.

Terseret Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Alur perjalanan karier alumni Akpol 2002 ini menemui titik balik ketika Bareskrim Polri di Jakarta merilis namanya sebagai salah satu terduga pelaku tindak pidana penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Perkara hukum yang muncul di tengah rotasi kepemimpinan Mabes Polri ini mengagetkan publik Indonesia karena melibatkan perwira tinggi yang sebelumnya bertugas di lingkungan terdekat Istana Kepresidenan maupun Staf Pribadi Pimpinan Polri. Penanganan atas dugaan pelanggaran hukum tersebut saat ini tengah berjalan sesuai prosedur investigasi yang berlaku di kepolisian Republik Indonesia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan