Kasus Terus Turun, WHO Sebut India Masuki Fase Endemik Covid-19

Kasus Covid-19 di India menurun drastis dari sekitar 400 ribu per hari pada puncak di April menjadi sekitar 25 ribu di Agustus.
Image title
27 Agustus 2021, 13:06
Who, India, Covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/File Photo/HP/dj
Danish Siddiqui/File Photo SEARCH "SIDDIQUI ROUNDUP" FOR THIS STORY. SEARCH "WIDER IMAGE" FOR ALL STORIES Sejumlah pria memakai baju pelindung berdiri di sebelah jasad kerabat mereka, yang meninggal dari komplikasi terkait infeksi virus corona (COVID-19), sebelum dikremasi di halaman krematorium di New Delhi, India, Jumat (4/6/2021).

Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, mengatakan India kemungkinan tengah memasuki fase endemik Covid-19 menyusul angka dan laju penularan Covid-19 yang terus menurun.

“Kita mungkin memasuki semacam tahap endemisitas di mana ada transmisi tingkat rendah atau transmisi tingkat sedang terjadi tetapi kita tidak melihat adanya pertumbuhan eksponensial dan puncak yang kita lihat beberapa bulan lalu,” kata Swaminathan dalam wawacara dengan media lokal India, The Wire, dikutip dari Xinhua, Jumat (27/8).

Tahap endemik merujuk pada periode ketika suatu patogen penyebab penyakit menjadi terbatas dalam suatu populasi dan menjadi wabah penyakit berulang yang bisa dikendalikan di wilayah tersebut. India melaporkan kasus positif baru sekitar 25.000 minggu ini, atau seperenambelas dari jumlah kasus yang dilaporkan pasa puncak nya di bulan April yakni 400.000

Selama April-Mei 2021, India mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19 yang hebat. Negara tersebut mencatat adanya hampir 300 ribu kasus corona baru setiap hari. Gelombang Covid-19 di India juga menjadi awal dari penyebaran varian Delta yang mampu menularkan virus dengan sangat cepat. 
Swaminathan memperkirakan pada akhir tahun 2022,  vaksinasi di seluruh dunia kemungkinan sudah menjangkau  sekitar 70% populasi dan kemudian negara-negara dapat kembali normal.

Advertisement

Walaupun mungkin anak-anak dapat terinfeksi dalam gelombang ketiga dalam jumlah besar, Ia menyebut, sangat kecil kemungkinan mereka akan jatuh sakit parah. Dia menekankan tidak perlu panik dengan jumlah itu meskipun disarankan untuk bersiap menghadapi lebih banyak infeksi pada anak-anak.

Wilayah Kerala di India diprediksi  menjadi salah satu yang harus dipantau saat ini karena situasi Covid-19 di sana berpotensi memunculkan varian baru virus corona. Ia juga mengingatkan agar pemerintah India terus meningkatkan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, tidak ada siapa pun yang aman dari virus Covid-19 sampai semua orang divaksinasi.
Jika Covid-19 terus menyebar ke masyarakat dunia yang belum divaksin, varian baru yang lebih berbahaya dapat muncul dan menularkan populasi yang sudah divaksin.

“Kita tidak bisa berharap secara rasional untuk menghilangkan atau membasmi virus, tetapi ketika penyakit menjadi endemik, dunia bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan virus tersebut,” ujarnya.

 Secara keseluruhan, India melaporkan kasus positif Covid-19 sebanyak 32 juta kasus, atau hanya kalah jumlah dari Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama. Kasus Covid-19 telah membunuh sekitar 435 ribu orang. di negara tersebut.
Kendati kasus turun dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah ahli mengingatkan India dan warganya akan kemungkinan adanya gelombang ketiga. Pemerintah India sendiri memprediksi jika ada gelombang ketiga maka puncaknya kemungkinan terjadi pada awal Oktober.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait