Penggunaan PeduliLindungi di Pasar Akan Diperluas

Hasil kuesioner Kemendag mencatat, tingkat vaksinasi para pedagang secara nasional baru mencapai 62%.
Image title
7 Oktober 2021, 11:08
PeduliLindungi, pasar, Gerakan3M
Kementerian Perdagangan
Pasar Sederhana, Bandung, Jawa Barat

Uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional terus dilakukan dan diperluas secara bertahap. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman baik untuk pedagang maupun pengunjung pasar, sehingga aktivitas di pasar meningkat dan meningkatkan penjualan.

"Kami berharap implementasi PeduliLindungi di pasar rakyat nantinya akan mendukung operasional pasar rakyat sebagai tempat masyarakat berbelanja, sekaligus berkontribusi mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di titik-titik aktivitas ekonomi masyarakat," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat saat meninjau Pasar Baltos dan Pasar Sederhana, Bandung, Jawa Barat, dikutip dari siaran pers, Rabu (6/10).

Sementara itu, dari sisi percepatan vaksinasi untuk pedagang dan pengelola pasar rakyat, hasil kuesioner Kemendag mencatat, tingkat vaksinasi para pedagang secara nasional baru mencapai 62%.

Percepatan vaksinasi akan dilakukan untuk memotong rantai penyebaran virus sekaligus membangkitkan ekonomi.

Sementara itu, di Pasar Baltos, pedagang dan pengelola pasar tercatat sepenuhnya tervaksinasi.

Sedangkan di Pasar Sederhana, tingkat vaksinasi pedagang mencapai 30% dan pengelola pasar telah tervaksin 100%. Adapun, skor indeks pengendalian Covid-19 di Provinsi Jawa Barat tercatat di angka 76.

Pasar Baltos terbagi dua area yaitu ruang dagang yang menjual barang kebutuhan pokok (bapok) sebanyak 112 unit dan ruang dagang nonbapok 1.100 unit.

Saat ini tidak ada penurunan jumlah ruang dagang bapok yang beroperasi, tetapi jumlah ruang dagang nonbapok yang beroperasi turun menjadi hanya 60% atau 660 unit. Jumlah pengunjung keseluruhan tercatat turun sekitar 30%.

Sementara itu, di Pasar Sederhana terdapat 537 unit kios dan 304 los. Omzet harian pedagang Pasar Sederhana saat pandemi ini terpantau turun antara 33 dan 75%.

“Kami harap penerapan PeduliLindungi serta vaksinasi pedagang dan pengelola di pasar yang mencapai 100 persen dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan bagi konsumen untuk berbelanja kembali ke pasar rakyat dan meningkatkan omzet para pedagang pasar,” kata Oke.

 Pada 30 September lalu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah meninjau protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Pasar Modern 8 Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Mantan Dubes RI untuk Jepang tersebut menilai aplikasi PeduliLindungi mendapat peran penting dalam upaya menerapkan protokol kesehatan dan menggerakkan roda ekonomi.

Terdapat enam pasar rakyat yang menjadi percontohan implementasi PeduliLindungi tahap pertama. Keenam pasar tersebut adalah Pasar Mayestik (Jakarta), Pasar Blok M (Jakarta), Pasar Baltos (Kota Bandung), Pasar Modern BSD (Kota Tangerang Selatan), Pasar Modern 8 Alam Sutera (Kota Tangerang Selatan), dan Pasar Wonodri (Kota Semarang).

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Joko Setiyanto mengatakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan diperluas.

"Jangan takut untuk mulai. Karena penting PeduliLindungi duterapkan di pasar sehingga masyarakat yakin berbelanja di pasar rakyat dan ekonomi bisa kembali hidup. Dan dengan adanya program ini juga bisa mempercepat vaksinasi bagi para pedagang pasar," tutur Joko yang ikut mendampingi Lutfi melakukan peninjauan di pasar.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait