AS Tempatkan Singapura sebagai Negara dengan Risiko Covid-19 Tertinggi

Negara lain di level empat yakni Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Sementara Indonesia bersama Korea Selatan, Australia, Jepang, dan Vietnam di level tiga dengan risiko Covid-19 tinggi.
Image title
19 Oktober 2021, 16:26
Covid-19, AS, Singapura
Pixabay/Graham Hobster
Ilustrasi Singapura

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Singapura. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah CDC memasukan Singapura sebagai negara dengan  level empat, atau memiliki risiko Covid-19 sangat tinggi.

Sebelumnya, CDC memasukan Singapura ke dalam level tiga (risiko tinggi). Level empat merupakan yang tertinggi dalam kategori CDC, di atas level tiga (tinggi), dua (moderat), dan satu (rendah). Negara lain yang juga masuk kategori level empat yakni Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Dalam hal ini, Indonesia bersama Korea Selatan, Australia, Jepang, dan Vietnam masuk kategori level tiga.

Larangan bepergian dari pemerintah AS hanya terjadi setelah Singapura (9/10) mengumumkan akan mencabut pembatasan karantina bagi turis asal AS yang sudah divaksinasi mulai hari ini (19/10).

Menurut data Universitas Johns Hopkins, Singapura memiliki rekor tertinggi hingga 70.374 kasus Covid-19 dalam 28 hari terakhir. Sementara itu, lebih dari 82 % penduduk Singapura telah divaksinasi lengkap.

"Karena situasi saat ini di Singapura, bahkan turis yang divaksinasi lengkap pun berisiko terkena dan menyebarkan varian Covid-19," kata CDC, dikutip Channel News Asia, Selasa (19/10).

Kalaupun terpaksa melakukan perjalanan ke Singapura, Amerika Serikat meminta warganya sudah harus menerima vaksinasi lengkap dan mengikuti rekomendasi pemerintah setempat seperi memakai masker dan menjaga jarak.

Dilansir dari USA Today, Departemen Luar Negeri AS pada hari Senin (18/10) juga mendesak warga Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Polandia, Hongaria, Siprus, Tunisia dan Angola karena daerah-daerah tersebut mengalami peningkatan risiko penularan Covid-19.

CDC menerpakan tingkat risiko perjalanan akibat Covid-19  dengan menggunakan empat level kategori. Beberapa indikator penentu level tadi yakni jumlah kasus Covid-19 di sebuah negara dalam beberapa hari terakhir dan pelacakan kasus baru virus.

Sebagai informasi, Singapura akan membuka perbatasan dan mengizinkan turis dari AS untuk berkunjung mulai hari ini (19/10) dengan syarat harus menunjukkan bukti vaksinasi dan juga harus dites negatif pada dua tes PCR , yang pertama dilakukan 48 jam sebelum keberangkatan dan satu lagi dilakukan pada saat kedatangan.

Kementerian Transportasi Singapura mengumumkan rencana untuk memperluas jalur perjalanan yang divaksinasi, atau vaccinated travel lanes (VTL), ke delapan negara lain yang memungkinkan turis asing masuk tanpa harus menjalani karantina.

Delapan negara yang ditambahkan adalah Amerika Serikat, Denmark, Perancis, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Kanada. Sebelumnya, Singapura membuka jalur perjalanan ke dua negara, Brunei dan Jerman pada 8 September lalu. 

Hingga 13 Oktober, lebih dari 2.400 orang dari ke delapan negara ini sudah mengajukan travel pass untuk memasuki Singapura, di mana 40% datang dari UK.

Menurut Menteri Perhubungan Singapura, S. Iswaran, pembukaan jalur perjalanan itu sukses. Hanya dua dari lebih dari 3.100 pelancong yang masuk ke Singapura dari Brunei dan Jerman terkonfirmasi positif Covid-19.

Kedua kasus diidentifikasi melalui tes PCR, kemudian turis tersebut diisolasi dan tidak diizinkan berinteraksi dengan masyarakat. “Kami telah memantau skema VTL dengan cermat dan didorong oleh hasilnya,” kata Iswaran.

Ke-11 negara tersebut, termasuk AS, Brunei dan Jerman merupakan 20 mitra dagang teratas Singapura dan menyumbang sekitar 10% dari kedatangan turis tahunan sebelum pandemi di Bandara Changi.

“Delapan negara itu juga sudah terbuka untuk warga Singapura. Jadi VTL akan memulihkan perjalanan bebas karantina dua arah antara Singapura dan negara-negara tersebut,” kata Iswaran.


Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait