Covid-19 Naik, Cina Terapkan Lockdown Jelang Olimpiade Musim Dingin

Cina sudah menbatalkan dua gelaran maraton karena kasus Covid-19 yang terus naik.
Image title
26 Oktober 2021, 10:26
Cina, Olimpiade, lockdown, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/HP/djo
Bingyu Yang dari China berseluncur melewati petugas medis pada pertandingan putri 3000m Speed Skating China Open Uji Coba Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di National Speed Skating Oval, Beijing, China, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/HP/djo

Menjelang pelaksanaan Olimpiade musim dingin di Beijing, Cina kembali menerapkan aturan penguncian atau lockdown yang ketat di sejumlah wilayah sejak Senin (25/10). Langkah ini dilakukan demi menekan laju penularan Covid-19 yang masih cukup besar.

Pejabat di Beijing membatasi akses ke lokasi wisata dan mengimbau kepada warga untuk tidak bepergian meninggalkan kota kecuali jika ada keperluan mendesak.

Kendati demikian, layanan transportasi reguler tetap berjalan seperti biasa.

Dilansir dari Channel News Asia, Cina melaporkan 39 kasus baru dari varian Delta pada Senin (25/10). Dengan ini, kasus varian Delta menjadi lebih dari 100 kasus selama seminggu terakhir.

 Pemerintah Cina berupaya untuk membasmi wabah Covid-19 jenis baru ini sebelum Olimpiade musim dingin yang akan berlangsung sekitar 100 hari lagi, atau tepatnya pada 4 Februari 2022 mendatang. 

Di Beijing, beberapa kompleks perumahan dilaporkan telah di-lockdown secara penuh.

Pada Minggu (24/10),  gelaran  Beijing maraton yang akan diikuti 30.000 peserta juga ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Ajang serupa di Wuhan, dengan sekitar 26.000 peserta, juga ikut dibatalkan.

Wakil Menteri Komunikasi Beijing Xi Hejian pada Minggu (24/10) meminta semua orang yang memasuki Beijing dari daerah dengan catatan kasus Covid-19 tinggi untuk menunjukkan hasil tes negatif dan menjalani karantina selama dua minggu.

 "Pihak berwenang juga telah membatasi taman, area pemandangan, bioskop, museum, dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya hingga 75% dari kapasitas normal," kata Xi Hejian dikutip dari Channel News Asia, Selasa (26/10).

Pejabat kesehatan setempat juga telah memperingatkan lebih banyak infeksi akan terdeteksi dalam beberapa hari mendatang.

Penyebaran diduga terkait dengan sekelompok turis domestik yang melakukan perjalanan melintasi Cina.

Oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi, pihak berwenang mulai menangguhkan kelompok wisata antarprovinsi di lima daerah di mana kasus telah terdeteksi, termasuk Beijing, sejak Minggu (24/10).

 Aturan lockdown ketat juga mulai berlaku sejak kemarin (25/10) di daerah Ejin di wilayah Mongolia Dalam.

Sekitar 35.000 orang, termasuk turis, akan tetap tinggal di dalam rumah. Sebagian besar Mongolia Dalam telah menangguhkan layanan bus dan taksi serta menutup lokasi wisata.

Dikutip dari WorldOMeters, Cina mencatat 96.767 kasus Covid-19 sejak awal pandemi dengan total 4.636 kematian. 

Peningkatan kasus Covid-19 di Cina terus terjadi meskipun negara tersebut sudah memvaksin 75% penduduknya.

Untuk menekan kasus, Negara Tirai Bambu tersebut berencana memberikan vaksinasi kepada anak berusia 3-11 tahun.

Pekan lalu, Cina juga membatalkan ratusan penerbangan, terutama yang menuju dan ke bandara utama di Xi'an di Provinsi Shaanxi dan Lanzhou di Provinsi Gansu.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait