DPRD DKI Akan Panggil Transjakarta Terkait Kecelakaan 2 Hari Beruntun

Dalam 39 hari terakhir, bus Transjakarta mengalami empat kecelakaan, termasuk kecelakaan maut pada 25 Oktober.
Image title
3 Desember 2021, 14:25
Transjakarta, kecelakaan, Jakarta
TMCpoldametro/Twitter
Bus Transjakarta menabrak pos polisi lalu lintas di kawasan PGC, Jakarta Timur, Kamis (2/12)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan memanggil pengelola PT Transportasi Jakarta  (Transjakarta) menyusul terjadinya kecelakaan yang dialami moda transportasi tersebut dalam dua hari terakhir.

"Kami sudah agendakan jadi Senin (6/12) siang kami akan panggil TransJakarta untuk menjelaskan," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz di Jakarta, Jumat (3/12), seperti dikutip dari Antara.

 Sebagai informasi, Kecelakaan dialami bus Transjakarta pada hari ini, Jumat (3/12). Bus jurusan Blok M-Harmoni menabrak pembatas jalan di depan Ratu Plaza, Jakarta Selatan.
Tidak ada korban jiwa tetapi bagian depan samping kiri bus tersebut rusak.

Kecelakan hanya berselang sehari setelah moda transportasi andalan warga ibu kota tersebut  menabrak pos polisi lalu lintas di kawasan di kawasan PGC Cililitan, Jakarta Timur, pada Kamis (2/12). 

Advertisement

Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut tetapi bagian depan bus tersebut rusak parah.

 Selain pengelola TransJakarta, DPRD DKI juga akan memanggil Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

DPRD  akan meminta manajemen BUMD DKI bidang jasa transportasi tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai insiden kecelakaan yang menimpa bus Transjakarta.  Juga, meminta mereka untuk memperbaiki sistem internal.

Selain perbaikan, anggota dewan juga sebelumnya meminta agar manajemen menyediakan klinik di setiap depo Transjakarta.

"Kemudian itu juga ada dirut baru di sana, kami juga ingin dirut baru ini 'aware'-lah untuk masalah ini, karena ini menyangkut nyawa manusia," kata Abdul Azis.

Dia tidak ingin kecelakaan yang kembali terjadi tersebut menimbulkan persepsi buruk terhadap Transjakarta.

"Kami tidak ingin kejadian seperti ini membuat publik menilai bahwa angkutan umum ini tidak aman, kemudian juga angkutan publik ini seolah-olah pengendaranya ini ugal-ugalan, tidak ingin ada 'image' itu, jadi harus diperbaiki," katanya.

 

 

Sejak 25 Oktober 2021 atau 39 hari terakhir,  bus Transjakarta setidaknya sudah mengalami empat kecelakaan di mana paling fatal adalah pada 25 Oktober.

Setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka dalam tabrakan dua bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur,  pada 25 Oktober.

Pada 29 Oktober, bus Transjakarta kembali mengalami kecelakaan di  Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bus  menabrak beton separator sisi kanan jalan.

Pada Oktober 2021, DPRD juga telah memanggil pengelola bus Transjakarta terkait kecelakaan maut di Cawang.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD meminta Transjakarta untuk menyediakan klinik kesehatan di setiap depo serta menyediakan nomor aduan bagi penumpang untuk melaporkan sopir yang ugal-ugalan.

 Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang tahun 2020 menunjukan bus Transjakarta mengangkut sebanyak 126,9 juta penumpang.

Jumlah ini turun 52,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 264,6 juta penumpang. Penurunan ini terjadi karena adanya pembatasan sosial selama pandemi.

 Blok M – Kota merupakan jurusan Transjakarta yang mengangkut jumlah penumpang terbanyak mencapai 13,1 juta penumpang atau 10,34% dari total penumpang Transjakarta.


Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait