1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Bersubsidi Disalurkan Mulai Pekan Ini

Pemerintah akan menambah kuota minyak goreng bersubsidi menjadi 2,4 miliar liter jika harga belum turun dalam enam bulan ke depan.
Image title
Oleh Antara
12 Januari 2022, 15:30
minyak goreng, perdagangan, sawit
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Sejumlah warga antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022).

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakann pendistribusian 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana akan lakukan mulai pekan ini. Minyak goreng bersubsidi tersebut diharapkan bisa menekan harga komoditas tersebut. 

"Kami akan mulai (mendistribusikan) minggu ini, pasti minggu ini," ujar Mendag Lutfi kepada wartawan dalam acara peluncuran BUMN Pangan ID FOOD di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1), seperti dikutip dari Antara.

Mantan Duta Besar RI untuk Jepang tersebut menjelaskan berbagai indikator penyebab kenaikan harga minyak goreng di pasar, salah satunya akibat lonjakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan baku utama minyak goreng.

 Sebagai catatan, harga CPO Cif Rotterdam pada bulan Oktober berada di kisaran US$ 1.368/ton CIF Rotterdam, jauh lebih tinggi dibandingkan di bulan September US$ 1.235/ton.

Advertisement

"Kami sedang mengintervensi supaya minyak goreng ini tetap ada dan terjangkau. Tujuan kami barang ada dan terjangkau pada harga Rp 14.000 per liter," tutur Lutfi.

Untuk menekan harga minyak goreng, pemerintah akan memakai mekanisme Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan menggunakan subsidi Rp3.000 per liter. 

Sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana itu untuk enam bulan pertama tahun 2022. BPDPKS akan menggelontorkan anggaran Rp 3,6 triliun untuk mensubsidi minyak goreng.

 Kebijakan operasi pasar ini dapat diperpanjang kembali selama enam bulan apabila harga minyak goreng di pasar masih tetap tinggi.

"1,2 miliar liter ini untuk enam bulan, jadi kami memprediksi harga akan jauh lebih landai dan stabil setelah enam bulan. Kalau ternyata harga tidak stabil dan tidak landai, kami akan teruskan lagi enam bulan kedua, sehingga totalnya menjadi 2,4 miliar liter,"ujar Lutfi.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengatakan program minyak goreng bersubsidi akan  menggandeng 70 pelaku industri minyak goreng sawit (MGS).

Ke-70 pelaku industri MGS akan menyediakan minyak goreng kemasan sederhana dengan didukung sekitar 200 packer.  Nantinya, minyak goreng kemasan sederhana tersebut akan diberi label MINYAKITA.

Sejumlah produsen yang akan terlibat antara lain PT Salim Ivomas Pratama, PT Sinar Mas Agro Resources, dan PT Multimas Nabati Asahan.

Reporter: Antara
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait