Dukung G20, Kemenparekraf Ajak Emirates, Qatar Airways Terbang ke Bali

Kemenparekraf juga tengah membahas rencana penerbangan langsung ke Bali dengan India, Australia, Singapura, dan Turki.
Image title
24 Januari 2022, 18:41
KTT G2o, G20 Bali, G20 Bali Summit, Katadata G20, Bali
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Penumpang pesawat berjalan di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (24/12/2021).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) sedang membahas kerja sama dengan beberapa maskapai untuk menghadirkan penerbangan langsung ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Langkah ini diambil untuk menyukseskan rangkaian acara G20.

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan beberapa negara telah berdiskusi terkait penerbitan rute langsung menuju Bali.

Beberapa negara yang dimaksud adalah Uni Emirat Arab, Qatar, Jepang, India, Australia, Singapura, dan Turki. 

"Tentunya Australia menjadi pilihan yang paling realistis karena banyak sekali keinginan wisawatan Australia, tapi (kami) tetap menunggu kesiapan Australia," kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin (24/1). 

Beberapa maskapai yang disebut Sandiaga untuk melayani penerbangan langsung ke Bali itu tersebut adalah Emirates Airlines Ltd, Qatar Airways, dan PT Garuda Indonesia Tbk. 

Sandiaga mengatakan pihaknya kini menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait persetujuan penerbitan rute langsung yang akan dipakai maskapai tersebut. 

Sejauh ini, Sandiaga menyampaikan Garuda Indonesia akan membantu program Travel Bubble di Kepulauan Riau untuk wisatawan asing berdomisili Singapura.

Adapun, Garuda dikabarkan akan dibantu satu maskapai dalam negeri dalam program itu. 

Selain itu, Sandiaga akan meminta Garuda untuk menerbitkan rute penerbangan langsung dari Tokyo ke Denpasar, Bali.

Menurutnya, hal itu diperlukan agar pasar wisatawan asing Jepang dapat mulai tergarap. 

 Seperti diketahui, Garuda Indonesia sedang melalui proses restrukturisasi dengan lebih dari 800 kreditur. Salah satu proses yang ditempuh adalah mengurangi rute penerbangan internasional dan fokus pada penerbangan domestik. 

Untuk mengurangi biaya operasional, emiten industri penerbangan berkode GIAA ini menghentikan sebagian operasi maskapainya.

Selain itu, Garuda telah memangkas beberapa rute untuk melakukan efisiensi.

Di dalam negeri, salah satu rute yang dipangkas adalah Bandung-Denpasar. Sementara itu, penerbangan internasional langsung di luar negara di Asia Tenggara adalah Hongkong, Sidney, Narita, Seoul, dan China. 

"(Penerbangan langsung Narita-Bali) tidak akan membebani (Garuda) karena penugasan itu untuk market yang sudah siap. Tidak mungkin kami arahkan Garuda untuk membuat rute yang tidak ada peminatnya," kata Sandiaga. 


 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 Oktober 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait