Kasus Covid-19 RI Tembus 4.878, di Jawa Barat Melonjak 3 Kali Lipat

Kasus Covid-19 yang dilaporkan pada hari ini adalah yang tertinggi sejak 11 September 2021 (5.001) atau lebih dari empat bulan terakhir.
Image title
25 Januari 2022, 19:24
covid-19, jawa barat, pandemi, virus corona
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan disinfektan di SMPN 43 Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air terus terjadi. Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 pada hari ini, Selasa (25/1) mencapai 4.878 kasus. Angka tersebut naik 66,6% dibandingkan total kasus harian kemarin ( 2.927 kasus).

Penambahan kasus pada hari ini juga menjadi yang tertinggi sejak 11 September 2021 (5.001) atau lebih dari empat bulan terakhir.

Dari total kasus baru itu, tambahan kasus transmisi lokal harian mencapai 4.492 kasus. Sedangkan, kasus positif pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) hari ini bertambah 386 kasus.

Pada kasus transmisi lokal, tambahan kasus tertinggi berasal dari Jakarta, yaitu sebanyak 1.829 kasus. Jumlah tersebut turun 1,7% dibandingkan tambahan kasus transmisi lokal kemarin sebanyak 1.861.

Advertisement

Jumlah tambahan kasus transmisi lokal di Jawa Barat menempati posisi kedua dengan tambahan 1.229 kasus. Jumlah tersebut naik tiga kali lipat lebih dibandingkan yang tercatat kemarin (407 kasus).

Berikutnya, Banten mencatat tambahan kasus transmisi lokal sebanyak 837 kasus atau naik 180% dibandingkan kemarin sebanyak 298 kasus.

 Sementara, tambahan kasus PPLN hari ini paling banyak dari DKI Jakarta, yaitu 361 kasus atau naik 173% dibandingkan kemarin sebesar 132 kasus.

Sedangkan, Jawa Barat dan Banten mencatatkan tambahan kasus positif dari PPLN masing-masing 9 dan 7 kasus.

Secara total baik dari transmisi lokal maupun PPLN, kasus Covid-19 di Jakarta pada Selasa (25/1) menembus 2.190.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak 5 Agustus 2021 (2.311) atau masa di mana Indonesia masih berada di periode puncak gelombang II.

Sementara itu, total kasus yang dilaporkan Jawa Barat pada hari ini mencapai 1.238 atau yang tertinggi sejak 1 September (1.255).

Total kasus di Banten juga melonjak ke angka 844 pada hari ini, atau menjafi yang tertinggi sejak 6 Agustus 2021 (1.003).

 Tambahan kasus positif hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 176.407 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.442 orang diperiksa dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), 145 orang dengan Tes Cepat Molekuler (TCM), 138.820 orang dengan antigen.

Dengan demikian, rasio positif orang harian mencapai 2,77%, tertinggi sejak 16 September 2021 (5,74%).

Jika dirinci, rasio positif PCR dan TCM mencapai 12,19% dan rasio positif antigen sebesar 0,21%.

Sejak awal Covid-19 terdeteksi hingga hari ini, total kasus positif corona di Indonesia mencapai 4.294.183 kasus.

Sementara, pasien Covid-19 yang meninggal pada hari ini mencapai 20 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak 9 November 2021 (21 jiwa)

Kasus kematian terbanyak berasal dari Jakarta sebanyak 12 orang.

Dengan tambahan kasus kematian hari ini, total pasien yang wafat akibat corona di Indonesia mencapai 144.247 orang.

 Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mencatat pasien sembuh hari ini mencapai 869 orang. Dengan demikian, total pasien yang sudah pulih dari corona mencapai 4.125.080 orang

Adapun, kasus aktif hari ini bertambah 3.989 kasus. Dengan tambahan itu, kasus aktif nasional mencapai 24.856 kasus atau tertinggi sejak 8 Oktober 2021 (25.551).

Sementara, total kasus suspek mencapai 7.483 orang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sebagian besar kenaikan kasus corona di Jawa-Bali disumbang oleh pasien di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kasus tersebut didominasi oleh transmisi lokal. Sedangkan kasus pada pelaku perjalanan luar negeri sudah berada di bawah 10% dari total kasus nasional.

Meski begitu, Luhut mengklaim peningkatan kasus masih relatif terkendali. Hal ini lantaran jumlah kasus konfirmasi dan kasus aktif lebih rendah 90% dibandingkan saat terjadi lonjakan kasus Delta.


Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait