Kemendag Targetkan Minyak Goreng Dijual Sesuai HET Mulai Senin Depan

Andi M. Arief
3 Februari 2022, 12:04
minyak goreng, kementerian perdagangan
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) berbincang dengan pedagang saat meninjau harga minyak goreng di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Kunjungan Menteri Perdagangan tersebut dalam rangka meninjau harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok dan minyak goreng.

Menteri Perdagangan M.Lufi menargetkan harga minyak goreng (migor) akan mulai mengikuti harga eceran tertinggi (HET) terbaru selambatnya Senin mendatang (7/2).

Ia meninjau kondisi pasokan dan harga kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Kamis (3/2). Saat meninjau, Lutfi menemukan harga minyak goreng curah di Pasar Kramat Jati dijual dengan harga  Rp 14.000 per liter.

"Ketika pasar (migor) curah (di harga HET baru) sudah ada, pressure untuk beli (migor) di ritel modern akan berkurang dan supply akan normal di mana semua (jenis migor) mengikuti HET (baru)," kata Lutfi. 

Secara rinci, aturan terbaru menetapkan HET untuk tiga jenis minyak goreng, yakni minyak goreng curah senilai Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana senilai RP 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium senilai Rp 14.000 per liter.

Beleid HET baru ini meningkatkan HET curah sejumlah Rp 500 dan menetapkan HET untuk kemasan sederhana dan kemasan premium. 

Lutfi berharap harga  minyak goreng curah secepatnya akan dibandrol sesuai HET pada Sabtu (5/2).

Untuk memastikan hal itu, Lutfi akan beranjak ke pabrik migor untuk memastikan ketersediaan CPO dan distribusi minyak goreng ke pasar tradisional maupun ritel modern. 

Mantan Dubes RI untuk Jepang tersebut optimistis harga migor akan mengikuti HET dalam waktu dekat. Salah satunya karena  intervensi pemerintah pada bagian hulu produksi migor, yakni harga CPO dan olein. 

 Seperti diketahui, pabrikan CPO akan mengubah CPO atau olein dari tandan buah segar (TBS) sawit. Setelah itu, CPO maupun olein akan diproduksi menjadi refined, belached, and deodorized olein (RBDO) atau olein melalui proses fraksinasi oleh pabrikan migor.

"Dengan harga (CPO internasional) yang semakin naik, tidak memberatkan pelaku petani-petani TBS (sawit) karena harga (CPO) luar negeri tambah tinggi karena kita larang ekspor (sebelum mematuhi kewajiban pasar domestik)," kata Lutfi.

Kemendag telah menerbitkan Permendag No. 5-2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

Beleid itu mengatur DMO bagi eksportir minyak sawit mentah (CPO) dan olein untuk memasok 20% dari volume ekspor di harga Rp 9.300 per Kg untuk CPO dan Rp 10.300 untuk olein. 

 Sebelumnya, Luthfi mengatakan pihaknyaa tidak menerbitkan izin ekspor sepanjang Januari 2022.

Izin ekspor baru akan dikeluarkan jika ketentuan kewajiban pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) telah terpenuhi. 

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut berharap kinerja ekspor CPO dan turunannya dapat berjalan lancar sepanjang 2022.

Dia juga mengingatkan pengusaha CPO untuk mengantisipasi dan memanfaatkan peluang tingginya harga CPO dunia saat ini. 

Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives, harga CPO per 28 Januari 2022 telah mencapai 5.803 Ringgit Malaysia per ton. Dengan kata lain, harga CPO dunia telah naik 5372% dari secara tahunan dari 3.775 Ringgit Malaysia per ton. 

"Kemendag mau supaya pengekspor (CPO) kita mendapatkan harga yang bagus di luar negeri untuk membantu harga (migor) di dalam negeri," kata Lutfi. 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...