Kredivo Bersiap Luncurkan Pinjaman Pendidikan, Kesehatan, dan Syariah

Perusahaan merencanakan pinjaman khusus dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari pinjaman pada umumnya dan kartu kredit.
Cindy Mutia Annur
4 Desember 2019, 16:50
Kredivo, pinjaman pendidikan
Kredivo
Aplikasi Kredivo

Startup teknologi finansial di bidang pinjam-meminjam Kredivo tengah mempersiapkan produk pinjaman khusus di sektor pendidikan, kesehatan, dan syariah. Saat ini, perusahaan tengah memproses perizinan dan melakukan persiapan teknis untuk meluncurkan produk yang dimaksud.

Komisaris Kredivo Umang Rustagi mengatakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank dan belum terlayani oleh bank. Di sisi lain, ada kebutuhan besar untuk pinjaman pendidikan, kesehatan, dan syariah. "Sehingga, kami melihat kesempatan yang luas untuk melayani ketiga produk pinjaman tersebut," ujarnya kepada katadata.co.id, Rabu (4/12).

Pengembangan produk pinjaman ini memungkinkan, seiring pendanaan yang baru diraih induk perusahaan yaitu FinAccel. FinAccel baru saja memperoleh pendanaan seri C sebesar US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,27 triliun. Meski begitu, Umang enggan memerinci target peluncuran ketiga produk layanan tersebut.

(Baca: Induk Fintech Pinjaman Kredivo Dapat Pendanaan Rp 1,27 Triliun)

Advertisement

CEO FinAccel Akshay Garg mengatakan, pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Maka itu, perusahaan ingin menghadirkan produk pinjaman terkait dengan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman pada umumnya ataupun kartu kredit.

"Kenapa Anda, misalnya harus bayar 2% bunga pada kartu kredit untuk (kedua) layanan itu? Kami akan memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah bagi pengguna kami, itu adalah visi kami," kata dia. Meski begitu, ia belum mau membeberkan tingkat bunga yang akan ditawarkan nantinya.

Adapun pinjaman syariah kemungkinan akan meluncur lebih lama dibandingkan dua produk pinjaman lainnya. Ini lantaran perizinannya lebih kompleks. Perusahaan perlu mendapat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN), kemudian mengurus perizinannya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

"Jadi, mungkin produk syariah kami bakal memakan waktu lebih lama daripada produk pendidikan dan kesehatan karena dua layanan itu tidak perlu izin OJK," ujarnya.

(Baca: Akulaku & Kredivo Fintech Lending yang Paling Banyak Digunakan di 2019)

Adapun perusahaan membuka peluang kolaborasi untuk ketiga produk pinjaman tersebut. Hanya saja, perusahaan belum mau membuka identitas mitra yang akan atau potensial digandeng.

Sejak didirikan tiga tahun lalu, Kredivo mengklaim telah memiliki lebih dari satu juta pengguna dan menyalurkan hampir 30 juta pinjaman. Transaksi pinjam-meminjam disebut tumbuh 300% setiap tahun.

Pengguna bisa meminjam mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 30 juta di Kredivo. Bunga pinjamannya 2,95% per bulan. Sejauh ini, Kredivo sudah bekerja sama dengan e-commerce seperti Lazada dan Shopee untuk menyediakan layanan pinjaman.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait