Pertama dalam 5 Tahun, Investasi Asing di Indonesia Menurun

Investasi asal Cina masuk lima besar negara penanam modal di Indonesia. Dengan US$ 500 juta, modal yang masuk melonjak hingga empat kali.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
25 April 2016, 14:04
Infrastruktur
Donang Wahyu|KATADATA

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Penanaman Modal Asing (PMA) menurun untuk pertama kalinya sejak tahun 2011 lalu. Investasi asing pada kuartal satu 2016 sebesar Rp 96,1 triliun atau turun dari kuartal keempat tahun lalu yang mencapai Rp 99,2 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Kegiatan Penanaman Modal Azhar Lubis mengatakan dirinya masih mengkaji kenapa PMA kuartal I 2016 ini mengalami penurunan pertama kali dalam lima tahun. Namun Azhar memperkirakan saat ini investor luar masih menunggu kepastian langkah Pemerintah berikutnya termasuk paket deregulasi berikutnya dari Pemerintah. “Jadi mungkin masih ada wait and see di sini,” kata Azhar saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, 25 April 2016.

Walau investasi asing menurun, namun secara keseluruhan, BKPM mencatat realisasi investasi pada kuartal pertama 2016 ini sebesar Rp 146,5 triliun atau naik 17,6 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Sedangkan bila dibandingkan dengan triwulan keempat 2015, angka tersebut naik dari jumlah saat itu Rp 145,4 triliun. (Baca juga: Pemerintah Siapkan Insentif untuk Investasi Smelter).

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan angka realisasi ini merupakan 24,6 persen dari target investasi BKPM pada 2016 sebesar Rp 595 triliun. Dari total dana yang sudah masuk tadi, investasi ini terdiri dari realisasi Penanaman Modal Asing sebesar Rp 96,1 triliun atau naik 17,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Penurunan investasi asing terdongkrak oleh membesarnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tiga bulan pertama 2016, pengusaha domestik menanamkan modal hingga Rp 50,4 triliun, lebih tinggi 18,6 persen secara year on year. “Kami harap target investasi 2016 akan tercapai dengan tren ini,” kata Franky. (Lihat pula: Ke Jerman, Jokowi Saksikan Kerjasama Investasi Rp 11 Triliun).

Menurutnya, dari segi serapan tenaga kerja, realisasi investasi triwulan pertama  dapat mempekerjakan 327.170 orang  atau meningkat tiga persen dari periode yang sama tahun lalu. Akan tetapi tercatat ada penurunan serapan pekerja lima persen di Pulau Jawa sehingga investasi tersebut hanya menyerap 180.850 tenaga kerja. Adapun jumlah tenaga kerja di luar Jawa melonjak 17,1 persen.

Hal yang juga cukup menarik, menurut Fanky, adalah masuknya investasi asal Cina pada lima besar negara penanam modal terbesar di Indonesia pada kuartal satu ini. Investasi Negeri Panda pada kurun tersebut mencapai US$ 500 juta atau naik 400 persen dari periode yang sama tahun lalu. (Baca: Indonesia Lawan Malaysia dan Amerika Berebut Investasi Cina).

Video Pilihan

Artikel Terkait