GoTo: Fakta Menarik dari Mega Merger Gojek dan Tokopedia

Mega merger Gojek dan Tokopedia sempat menjadi bahan perbincangan banyak orang dan termasuk kabar yang menggemparkan. Berikut beberapa fakta menarik seputar mega merger tersebut.
Image title
28 Juni 2021, 12:30
GoTo: Fakta Menarik dari Mega Merger Gojek dan Tokopedia
Katadata
Mega merger Gojek dan Tokopedia yang melahirkan GoTo

Mega merger Gojek dan Tokopedia sempat menjadi bahan perbincangan banyak orang dan termasuk kabar yang menggemparkan. Hal tersebut karena kedua perusahaan rintisan memang sudah lama menjadi startup besar karya anak bangsa. Kedunya cukup banyak memiliki customer dari berbagai kalangan.

Gojek merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang jasa layanan ojek online dan pengiriman barang. Sedangkan Tokopedia merupakan platform belanja online yang menjual berbagai produk. Kabar merger keduanya sudah terdengar sejak Januari 2020. Namun GoTo nama dari grup perusahaan merger ini baru mengumumkannya pada 17 Mei 2021.

Setelah resmi bergabung, valuasi dari grup GoTo diperkirakan mencapai US$ 35 sampai 40 miliar. Nilai tersebut dilihat dari valuasi Gojek yang mencapat US$ 10 miliar dan Tokopedia sebesar US$ 7 miliar. Ketika keduanya bergabung maka nilai dari valuasi tersebut akan meningkat drastis.

Fakta Menarik GoTo

Kabar tersebut disambut baik oleh banyak orang. Banyak yang penasaran dan mencari tahu tentang fakta menarik dari GoTo. Mega merger Gojek dan Tokopedia ini melahirkan beberapa fakta menarik, seperti:

Advertisement

1. Nama GoTo

Nama yang dipilih untuk perusahaan gabungan tersebut adalah GoTo yang merupakan singkatan dari Gojek dan Tokopedia. Nama ini unik sekaligus mudah diingat. Nama tersebut ternyata juga memiliki filosofi tersendiri. Menurut William Tanuwijaya selaku Co-founder dan juga CEO dari Tokopedia menyebutkan bahwa GoTo menggambarkan semangat gotong royong dari kedua perusahaan.

Harapannya, semangat tersebutlah yang membuat GoTo bisa terus memberikan layanan terbaik dan menjadi mitra yang baik bagi para driver Gojek dan merchant atau seller Tokopedia. Grup perusahaan ini hadir dengan tiga layanan sekaligus, yaitu on-demand, e-commerce, serta sistem pembayaran digital.

2. Jajaran Manajemen

Banyak orang bertanya, apakah ketika keduanya bergabung lantas mereka akan memiliki satu aplikasi atau platform yang sama? Ternyata tidak. Walaupun telah berada dalam satu atap, namun Gojek dan Tokopedia beroperasi sebagai entitias yang berdiri sendiri, tetapi berjalan dalam satu ekosistem yang sama yakni GoTo.

Begitu pula dengan jajaran manajemen Gojek dan Tokopedia diisi oleh orang yang berbeda. CEO Gojek diisi oleh Kevin Aluwi dan CEO Tokopedia diisi oleh William Tanuwijaya. Sementara itu untuk CEO dari GoTo diisi oleh Andre Soelistyo dan Presiden GoTo dipimpin oleh Patrick Cao. Keempat orang tersebut yang memimpin jalannya perusahaan dengan tugas masing-masing dan bekerja sama untuk mencapai visi dan misi perusahaan.

3. Nilai Valuasi

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa bergabungnya kedua startup tersebut menghasilkan nilai valuasi yang cukup tinggi. Nilai valuasi merupakan nilai ekonomi yang dimiliki oleh suatu usaha dan memiliki peluang untuk berkembang suatu saat.

Gojek dan Tokopedia berhasil mengumpulkan dana US$ 8,2 miliar dari para investor. Sementara itu, berdasarkan laporan dari CBInsights pada bulan April tahun ini, Gojek memiliki valuasi US$ 10 miliar dan Tokopedia memiliki nilai valuasi US$ 7 miliar. Ketika keduanya bergabung, peluang nilai valuasi tersebut diperediksi akan meningkat.

4. Jumlah Mitra Driver dan Merchant

Mega merger Gojek dan Tokopedia tidak lepas dari perbincangan nasib dari para driver dan merchant dari kedua perusahaan. Tentu saja kedua mitra tersebut akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Para driver Gojek berpeluang mendapatkan pesanan lebih banyak dari hasil mengantarkan barang milik para customer yang berbelanja di Tokopedia. Sementara itu, para merchant juga mendapatkan keuntungan seperti lebih dimudahkan dalam hal pengiriman barang kepada pembeli.

Pada Desember 2020 ada lebih dari 2 juta mitra driver terdaftar di Gojek, sementara Tokopedia memiliki lebih dari 11 juta mitra usaha atau merchant dan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan,

5. GoTo Menurut Asosiasi Driver

Banyak pihak yang memberikan pendapat dan opininya tentang mega merger Gojek dan Tokopedia. Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda menyambut positif kehadirkan GoTo. Igun Wicaksono selaku Ketua Presidium Garda Indonesia menjelasakan bahwa kesejahteraan dari para driver harus diperhatikan dengan serius dan jangan sampai pendapatan driver tersebut mengalami penurunan.

Begitulah beberapa fakta menarik dari grup perusahaan rintisan tersebut. Mega merger Gojek dan Tokopedia ini memberikan harapan nantinya bisa menciptakan banyak peluang kerja dan bisnis. GoTo, juga memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Kehadiran GoTo juga menjadi bukti bahwa saat ini pemanfaatan teknologi dan internet sudah semakin masif.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait