Paviliun Indonesia di Annual Meeting IMF-WB 2018 Show
Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA
Image title
Oleh Arief Kamaludin
14 Oktober 2018, 05:00

Pintu Investasi dari Paviliun Indonesia di Sidang IMF-Bank Dunia

Di sini, pengunjung dari berbagai belahan dunia akan disuguhi kabar mengenai infrastruktur, pariwisata, hingga seni dan kerajinan tangan khas Indonesia. Dengan memperoleh informasi bisnis yang dikemas dalam bentuk digital dan atraktif, mereka diharapkan tergelitik untuk menanamkan modalnya di aneka sektor tersebut.

Ini adalah paviliun yang dibuat pemerintah selama sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia berlangsung di Bali sejak awal pekan lalu. Menteri Badan Usaha Millik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang meresmikan area seluas lebih dari 2000 meter ini, sebuah area khusus di lokasi utama pertemuan internasional tersebut.

(Baca: Pemimpin IMF dan Bank Dunia Bilang Pencapaian Indonesia “Unbelievable”).

Indonesia Pavilion adalah bentuk sinergi BUMN yang juga didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Keuangan. Karenanya, para delegasi dari 189 negara yang mengunjungi area ini dipastikan mendapat informasi lebih detail mengenai Indonesia melalui data-data pembangunan terkini.

Mereka dapat menyaksikan video-video yang menunjukkan pesatnya perkembangan ekonomi Indonesia, prioritas utama pembangunan, serta peluang-peluang investasi. Lima prioritas utama yang dipaparkan secara detail dan lebih lengkap adalah mengenai perkembangan pemasangan tenaga listrik, konektivitas darat, laut, udara, dan juga infrastruktur broadband.

(Baca juga: Saat Rapat IMF, 19 Proyek Infrastruktur BUMN Resmi Dapat Dana Rp 200 T)

Untuk sektor pariwisata dan seni budaya, Indonesia Pavilion mengungkapkan sepuluh destinasi wisata baru yang menjadi andalan pemerintah. Beriringan dengan sektor tersebut, keindahan dan kearifan lokal dari seni budaya Indonesia juga dapat dirasakan langsung oleh pengunjung.

Para tamu dapat berkenalan langsung dengan seni membatik, pembuatan kipas yang menggunakan bahan ramah lingkungan, pengrajin tas rotan, pengrajin suling, hingga workshop kepada peserta yang hadir ke Indonesia Pavilion mengenai filosofi topeng Bali yang digunakan oleh masyarakat Pulau Dewata.