Kerupuk Tiram Asal Aceh Tembus Pasar Nusantara Show
ANTARAFOTO/Syifa Yulinnas
Image title
Oleh Antara
18 Oktober 2021, 14:35

Foto: Kerupuk Tiram Aceh Tembus Pasar Nusantara

Dinginnya air laut tak menyurutkan semangat warga Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh untuk memanen tiram. Budidayanya secara konvensional menggunakan aneka barang bekas, seperti ban, bambu, dan kayu. 

Berbekal sarung tangan berlapis, keranjang, ember dan pisau, mereka perlahan mencongkel satu demi satu karang batu dan kulit tiram untuk diambil dagingnya. Tak jarang kaki dan tangan mereka berdarah terkena karang. Namun rasa sakit tersebut seolah hilang setelah mendapatkan tiram.

Mereka biasanya bekerja mulai pukul 7.30 wib sampai 12.30 wib. Hasil panen dijual ke pengepul atau ke rumah produksi Natural Food yang membawahi UMKM kerupuk tiram 'Kiboy Food'.

UMKM Kiboy Food merupakan usaha sosial di Aceh yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan potensi daerah, seperti membuat kerupuk berbahan baku tiram.

UMKM yang bermitra dengan 57 pencari tiram itu telah meluncurkan kerupuk varian pertama pada 2018. Kerupuk tersebut awalnya dipasarkan di 68 outlet di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Sejak pandemi corona, mereka mengubah pola bisnis dan masuk ke pasar daring. Produk kerupuk tiram ini pun mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran pasar laut Indonesia -program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia- ini membantu para pelaku UMKM di Aceh. Sejak Gernas BBI diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Mei 2020, sebanyak 14 juta UMKM telah bergabung dan menggunakan aplikasi perdagangan elektronik.

Foto dan teks : Syifa Yulinnas

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.