WHO: Hindari Perjalanan ke Luar Negeri meski Sudah Divaksin

Selain menghindari perjalanan internasional, WHO juga meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski telah divaksin Covid-19.
Image title
21 Mei 2021, 12:35
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 tahap kedua kepada pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS), Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 770 pedagang menerima vaksin tahap kedua untuk menekan penyebaran COVID-19 di pusat perbelanjaan sekaligus seb
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/pras.
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 tahap kedua kepada pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS), Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 770 pedagang menerima vaksin tahap kedua untuk menekan penyebaran COVID-19 di pusat perbelanjaan sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kota Solo memulihkan sektor perekonomian.

Penyuntikan vaksin Covid-19 telah mulai berjalan di berbagai negara, meski belum merata. Sementara itu, sebagian negara lain tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan perjalanan internasional.

Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge menyatakan, meski vaksinasi ampuh melawan seluruh varian Covid-19, namun perjalanan lintas negara tetap harus dihindari.

"Saat ini, dalam menghadapi ancaman berkelanjutan dan ketidakpastian ini, kami perlu terus berhati-hati dan memikirkan kembali atau menghindari peerjalanan internasional," kata Hans Kluge dikutip dari The Guardian, Jumat (21/5).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terlena dengan vaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun harua terus dijalankan.

Kluge mengatakan, 23% warga di wilayahnya sudah menerima satu dosis vaksin, dengan 11% yang sudah menerima dua dosis vaksin.  “Jangan sampai abai dan membuat kesalahan yang sama seperti tahun lalu, di mana terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang mengakibatkan ekonomi terpuruk,” kata dia.

Kluge menyebut, varian B.1.617 dari India saat ini telah diidentifikasi setidaknya di 26 dari 53 negara di kawasan Eropa. Kabar baiknya, lima jenis vaksin yang telah disetujui WHO terbukti efektif melawan varian baru tersebut.

Lalu, apa saja kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin Covid-19? Simak Databoks berikut: 

Lima vaksin yang telah mendapat rekomendasi WHO adalah vaksin Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, Moderna, Johnson & Johnson, serta vaksin Sinopharm buatan Tiongkok. "Semua varian virus Covid-19 yang telah muncul sejauh ini merespons efektif terhadap vaksin yang tersedia dan telah disetujui," kata dia.

Di wilayah kerja WHO Eropa yang juga mencakup sebagian Asia Tengah, jumlah mingguan kasus baru turun 60% dalam sebulan, dari 1,7 juta pada pertengahan April menjadi 685.000 pekan lalu.

Saat ini, strain virus corona India disebut mampu menyebar dengan cepat, namun para peneliti masih harus mempelajarinya lebih lanjut. Karena itu, penguncian wilayah atau lockdown diperlukan untuk membendung penyebaran virus baru ini.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait