Modalku Salurkan Total Pinjaman Rp4 Triliun hingga 2018

Tingkat kredit macet di Indonesia lebih rendah ketimbang Singapura dan Malaysia.
Desy Setyowati
23 Januari 2019, 17:19
Modalku
Desy Setyowati | KATADATA
(kiri ke kanan) Kepala Perizinan dan Pengawasan Fintech untuk Produk IKNB OJK Alvin Leonardo Ezra Taulu; Jefrey Joe Managing Partner Alpha JWC Ventures; Co-Founder and Chief Operating Officer (COO) Modalku Iwan Kurniawan; Co Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya di Jakarta, Rabu (18/4)

Funding Societies, yang merupakan induk Modalku sudah menyalurkan pinjaman senilai Rp 4 triliun hingga 2018. Pinjaman itu disalurkan kepada lebih dari 140 ribu pemimjam atau 10 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Sebanyak Rp 2,2 triliun di antaranya disalurkan ke sekitar 126 peminjam di Indonesia.

Co-Founder and CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan, pinjaman paling banyak diberikan kepada pedagang. "Selain itu, e-commerce juga banyak," ujar dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/1).

Besaran pinjaman yang diberikan Modalku mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 2 miliar per unit usaha, dengan tenor tiga hingga 2 tahun. Sementara, bunga yang ditawarkan berkisar 12-26% per tahun.

Rasio kredit bermasalah (Non Performing loan/NPL) sebesar 0,9% di tiga negara per Januari 2019. Sementara di Indonesia sebesar 0,7%. "Kami ada invoice (sebagai jaminan), sehingga pinjaman kami aman," kata Co-Founder and COO Modalku Iwan Kurniawan.

Advertisement

(Baca: Targetkan Penyaluran Kredit Rp 3 T, Modalku Ekspansi ke Asia Tenggara)

Untuk menyalurkan pinjaman hingga Rp 4 triliun, Modalku menjalankan beberapa strategi. Pada Agustus 2018, Modalku menunjuk Menteri Keuangan periode 2013 - 2014 Muhammad Chatib Basri sebagai penasihat.

Lalu, Modalku dipercaya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyalurkan surat utang negara (Savings Bond Ritel/SBR) seri SBR004 untuk pendidikan. "Responsnya positif dari masyarakat," ujar Iwan.

Pada November 2018, Modalku bekerja sama PT Askrindo. Kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan kepada UMKM, dalam hal mitigasi atas risiko gagal bayar. Di bulan yang sama, Modalku kembali dipercaya Kemenkeu untuk menyalurkan surat utang syariah (Sukuk) Tabungan seri ST-002.

Pada akhir 2018, Modalku menggandeng e-commerce Tokopedia merilis saldo prioritas. Produk ini menjadi pionir layanan pinjaman bagi mitra penjual di Indonesia. Produk ini bertujuan untuk memperlancar arus kas mitra Tokopedia. Sebab, mitra bisa menerima dana di muka untuk operasional bisnis.

(Baca: Pelaku Industri Sambut Rencana Subsidi Fintech di Daerah Terpencil)

Selain itu, Iwan mengatakan bahwa perusahaannya fokus mengedepankan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Adapun jumlah investor Modalku mencapai 600 ribu yang mayoritas merupakan retail. "Dari sisi nilai tetap lebih banyak dari institusional," katanya. Sebanyak 40% di antaranya merupakan milenial. Pemberi pinjaman bisa memberikan pinjaman  mulai dari Rp 100 ribu. Modalku pun menawarkan imbal hasil (return) hingga 20% per tahun.

Pada kesempatan itu, salah satu investor yang bergabung sejak November 2016, di Modalku, Marco Suswanto mengatakan, awalnya ia hanya coba-coba berinvestasi di Modalku. "Saya suka karena imbal hasilnya menarik. Jumlah gagal bayar yang saya tanggung juga kecil," kata dia.

Lalu, salah satu peminjam di Modalku, Iwan Setiawan menambahkan, arus kas menjadi elemn penting bagi operasional usahanya. "Bukan berarti pendapatan buruk, tetapi memang arus kas usaha kecil tidak selalu bisa diprediksi," ujar Direktur Adiyasa Kreasindo ini. Perusahaan di bidang katering dan penyelenggara pesta ini meminjam di Modalku sejak 2017.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait