Data 50 Juta Pengguna Bocor, Google+ Ditutup Lebih Cepat

Penutupan Google+ semula direncanakan pada Agustus 2019, namun akan dipercepat menjadi April 2019.
Pingit Aria
11 Desember 2018, 09:34
Google Talks
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Google kembali menemukan masalah keamanan di layanan jejaring sosial mereka, Google+. Bug atau celah keamanan baru ini membocorkan data 52,5 juta pengguna Google+. Jumlah tersebut jauh lebih besar ketimbang kebocoran data sekitar 500 ribu pengguna yang diumumkan pada Oktober 2018 lalu.

Temuan baru ini membuat Google mempercepat rencana penutupan Google+ dari Agustus 2019 menjadi April 2019. Google juga menutup Application Programming Interface (API) Google Plus dalam waktu 90 hari ke depan.

Beberapa data pengguna yang mungkin bocor termasuk nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, ulang tahun, status hubungan, dan usia. Kebocoran bisa terjadi, bahkan jika akun pengguna dalam mode private.

(Baca juga: 4 Produk Gagal Google Selain Google+)

Advertisement

Ada sekitar 438 pengembang aplikasi yang terhubung dengan Google+ yang dapat mengakses data tersebut, namun mereka tak menyadarinya. Perusahaan induk Google pun baru menemukan bug baru ini awal November 2018.

Dalam waktu enam hari, tepatnya 7 November hingga 13 November, perusahaan telah menutup celah tersebut. “Tidak ada pihak ketiga yang mengakses data tersebut," demikian dikutip dari pernyataan Google, Senin (10/12).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait