Promosi Offline Masih Perlu untuk Jualan Online

Peretail e-commerce juga dianjurkan untuk mempelajari data perilaku belanja offline konsumennya.
Desy Setyowati
21 November 2018, 17:39
Telaah - E-commerce
Stanisic Vladimir/123rf

Hasil kajian perusahaan teknologi pemasaran niaga Criteo menunjukan bahwa kampanye offline masih cukup efektif untuk menjangkau konsumen di era digital. Hanya, pemasaran melalui banyak saluran yang terintegrasi dinilai akan memaksimalkan penjualan online.

Lebih rinci, kampanye offline mampu menjangkau 49% pelanggan untuk membeli produk. Sementara kampanye online bisa merangkul 24% pengguna dan omnichannel mendorong 27% konsumen retail untuk berbelanja.

Sejalan dengan hal itu, ia memandang peretail perlu mengumpulkan lebih banyak data konsumen secara offline. "Data itu penting untuk mendapat kesimpulan mengenai perilaku konsumen secara tepat," kata General Manager Criteo Southeast Asia, Hong Kong, and Taiwan Alban Villani di Jakarta, Rabu (21/11).

Tak apa bila data konsumen offline yang diperoleh sudah lama. Sebab, setidaknya peretail mengetahui perilaku dan ketertarikan konsumen. "Kalau peretail tidak punya data (konsumen) offline, peretail tidak bisa mendorong konsumen untuk membeli," kata Alban. "Kalau punya datanya, peretail lebih berdaya saing."

(Baca juga: 300 E-Commerce Targetkan Transaksi Harbolnas 2018 Capai Rp 7 Triliun)

Data itu bisa diolah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sehingga bisa melakukan personalisasi konsumen. Maka, peretail bisa menyesuaikan saluran kampanye dan menyasar konsumen secara tepat. "Peretail bisa mengumpulkan data empat kali lebih banyak bila menggunakan omnichannel," ujar dia.

Selain itu, pemasaran melalui omnichannel merangkul 7% konsumen peretail. Sementara pemasaran online menggaet 44% dan offline 49%. "Mayoritas pembeli di Indonesia masih membeli secara offline," kata dia. "Omnichannel mempermudah konsumen untuk bertransaksi kapan dan di mana pun."

Adapun kajian ini dilakukan Criteo kepada konsumen dan peretail di Amerika Serikat (AS) pada 2018. Sejalan dengan data tersebut, ia memandang peretail perlu melakukan kampanye akuisisi seperti memaksimalkan mesin pencari Google untuk memperkenalkan merek.

Peretail juga harus merangkul pelanggan baru dan lama. Caranya, bisa dengan memberikan promo dan format iklan yang inovatif. Diskon mendorong 39% konsumen untuk mengunduh aplikasi milik peretail. Sementara format iklan merangkul 27% konsumen untuk mengunduh aplikasi.

Diskon juga menjadi alasan 40% konsumen untuk aktif mengunjungi aplikasi peretail. Bahkan, diskon menjadi alasan 41% konsumen untuk membeli kembali di platform ataupun toko milik peretail.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait