Starbucks Gandeng Alibaba untuk Layanan Antar Kopi di Tiongkok

Penjualan kopi Starbucks di Tiongkok tercatat menurun setahun terakhir.
Desy Setyowati
1 Agustus 2018, 12:38
Starbucks
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan gerai kopi internasional, Starbucks Corp menggandeng e-commerce Alibaba Group Holding Ltd untuk layanan antar kopi di Tiongkok. Langkah ini ditempuh guna mendongkrak penjualan Starbucks di negeri tirai bambu.

Sejak Januari hingga Juni 2018, penjualan kopi Starbucks di Tiongkok menurun 2% secara tahunan (year on year/yoy). Padahal, pada periode sama tahun lalu, penjualan Starbucks masih mencatatkan kenaikan 7% yoy. Penurunan penjualan ini membuat harga saham Starbucks merosot nyaris 10% sejak awal tahun.

Dikutip dari Wall Street Journal, mantan Starbucks Executive Chairman Howard Schultz pun menyarankan agar emiten dengan kode SBUX itu merapat ke pendiri Alibaba, Jack Ma. Pengumuman kerja sama itu akhirnya dilakukan pada awal pekan ini.

"Pengumuman (kolaborasi) solusi pengiriman ini akan menjadi langkah pertama yang penting,," ujar seorang analis William Blair, Sharon Zackfia, dikutip dari Reuters, Senin (30/7). Apalagi, kolaborasi seperti ini tergolong baru di Tiongkok.

Advertisement

(Baca juga: Tak Hanya di Kafe, Produsen Kopi Kini Ramai Berjualan Online)

Sebelumnya, Starbucks menggunakan pihak ketiga untuk layanan pengiriman kopi di Tiongkok. Lambannya layanan pengiriman oleh pihak ketiga ini dituding sebagai salah satu penyebab merosotnya penjualan Starbucks di Tiongkok.

Padahal pesaing Starbucks bergerilya menyasar pasar yang lebih luas. Perusahaan kopi Luckin China, misalnya, membuka lebih dari 660 gerai di 13 kota di Tiongkok sejak diluncurkan secara resmi pada Januari 2018 lalu. Hal ini semakin menghambat ekspansi 3.400 kedai Starbucks di Tiongkok.

Bursa Wall Street berharap, kemitraan Starbucks dengan divisi pengiriman makanan Alibaba, Ele.me tersebut dapat memperbaiki pertumbuhan penjualan Starbucks di Tiongkok. Apalagi, Starbucks berencana menggandakan jumlah tokonya di Tiongkok pada 2022 mendatang.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait