Grup Salim dan Lotte Kucurkan US$ 100 Juta Buat E-Commerce iLotte

Jaringan Lotte di Korea Selatan telah menyiapkan 100 ribu jenis barang untuk dijual di Indonesia melalui platform iLotte.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
10 Oktober 2017, 15:17
franciscus welirang
KATADATA
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang

Salim Group dan Lotte Group resmi meluncurkan situs belanja online iLotte di Indonesia. E-commerce bernilai US$ 100 juta ini dinaungi PT Indo Lotte Makmur yang merupakan hasil join venture kedua konglomerasi.

"iLotte merupakan perusahaan e-commerce yang akan merevolusi cara belanja konsumen Indonesia, sebagai yang pertama menawarkan konsep online mall," kata CEO PT Indo Lotte Makmur Philip Lee dalam peluncuran iLotte di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/10).

iLotte menawarkan berbagai pilihan dari berbagai produk ternama di bidang fesyen, kecantikan, elektronik dan kebutuhan rumah tangga, alat olahraga hingga makanan dan minuman. Melalui aplikasi android maupun iOS, iLotte menyediakan berbagai produk dari merk terkenal, baik lokal maupun internasional.

Grafik: Penjualan e-Commerce Terhadap Retail Negara ASEAN 2015
Penjualan e-Commerce Terhadap Retail Negara ASEAN 2015

Melalui konsep online mall, iLotte menjanjikan seluruh produk yang dijualnya asli dan diimpor secara resmi. Jaringan Lotte di Negeri Ginseng juga diklaimnya telah menyiapkan 100 ribu jenis barang untuk dijual secara bertahap di Indonesia melalui platform iLotte.

“Selain itu, kami menyediakan layanan pengiriman kilat untuk produk tertentu, hanya tiga jam setelah pembayaran terkonfirmasi melalui fitur Flash Delivery,” tutur Lee.

Lee juga percaya pengalaman Grup Salim di sektor Fast Moving Consumer Group (FMCG), otomotif, dan retail di Tanah Air akan menjadi modal penting bagi perkembangan iLotte. “Salim Group membawa data market Indonesia, sedangkan Lotte Group membawa gaya hidup masyarakat internasional,” ujarnya.

Sementara dalam penyertaan modal, Wakil Direktur iLotte Steven Calvin menyatakan bahwa baik Grup Salim maupun Lotte memiliki porsi kepemilikan yang sama. “Kedua perusahaan berkomitmen menanamkan modal senilai US$ 100 juta untuk proyek ini,” ujarnya.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang menuturkan, kehidupan digital sudah menjadi bagian sehari-hari masyarakat Indonesia. Pemerintah pun menargetkan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital Asia Tenggara pada 2030 dengan nilai transaksi online mencapai US$ 130 miliar.

“Potensi tersebut tentunya terlalu besar untuk dilewatkan dan dinamika perubahan ini disikapi Grup Salim karena kami selalu mendukung perubahan positif di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Franky ini.

Sebelum meluncurkan iLotte, Grup Salim telah masuk ke jagat e-commerce melalui akuisisi Elevania. “Ke depan saya tidak menutup kemungkinan untuk konsolidasi, tapi untuk saat ini keduanya (Elevania dan iLotte) akan berjalan dengan konsep masing-masing,” tuturnya.

Di Indonesia, Lotte Group sudah memiliki sejumlah anak usaha di sektor retail yaitu PT Lotte Mart Indonesia dan PT Lotte Shopping Indonesia. Produk yang dipasarkan di ritel offline tersebut juga akan dijual melalui iLotte.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait