Ini Cara Investasi Saham bagi Pemula

Investasi saham bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Berikut cara investasi saham online, offline, serta beberapa tips dalam memilih saham.
Image title
9 Agustus 2021, 21:00
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

Di masa pendemi corona saat ini, saham menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup diminati masyarakat. Terbukti, per 12 Juli 2021, frekuensi perdagangan saham mencapai 1,2 juta kali transaksi dengan nilai transaksi saham sebesar Rp 12,2 triliun.

Maraknya platform online yang memudahkan transaksi juga menjadi alasan masyarakat untuk mulai berinvestasi saham. Beberapa pemula pun tak ragu untuk mencoba peruntungannya di pasar modal. Namun, kendati dapat menghasilkan keuntungan yang besar, saham juga punya risiko kerugian yang tinggi.

Tak sedikit pemula yang mengalami capital loss atau kerugian di awal investasi mereka. Hal tersebut dapat terjadi lantaran investor tidak dibekali pengetahuan yang mumpuni mengenai saham. Untuk itu, penting bagi pemula memahami seluk-beluk dunia pasar modal sebelum mulai bertransaksi.

Cara Investasi Saham

Investasi saham bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bisa pula dengan modal kecil. Berikut ini caranya.

Advertisement
  • Membuka akun di perusahaan sekuritas

Selain dengan mendatangi perusahaan sekuritas, beberapa perusahaan ini sudah mulai merambah ke dunia digital dan menyediakan platform untuk membuka rekening investasi secara online. Sebelum mendaftar, siapkan dokumen-dokumen, seperti KTP, NPWP, dan buku tabungan.

Jangan khawatir, saat ini sudah banyak perusahaan efek atau perusahaan sekuritas yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi perantara perdagangan efek antara perusahaan dan investor.

Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), 108 perusahaan efek sudah memperoleh izin OJK untuk beroperasi. Mereka di antaranya Indo Premier Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Danareksa Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan BCA Sekuritas.

  • Lengkapi formulir pendaftaran

Formulir pendaftaran untuk setiap perusahaan sekuritas berbeda-beda. Umumnya, calon investor diminta mengisi beberapa pertanyaan terkait data diri mereka masing-masing, seperti, nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan alamat email.

  • Melakukan setoran awal RDI

Setelah calon investor terdaftar dan memiliki akun di suatu perusahaan sekuritas, mereka akan diminta untuk menyetorkan sejumlah dana awal ke nomor rekening dana investor atau RDI. Besaran dana awal ini berbeda-beda, tergantung masing-masing perusahaan sekuritas.

  • Akses dashbord

Setelah menyetorkan dana awal di suatu perusahaan sekuritas, selanjutnya, para calon investor akan diberi akses untuk masuk ke akun dashboard untuk melakukan transaksi jual-beli saham.  

Untuk berinvestasi, para investor diminta untuk menyediakan dana sesuai harga saham yang diminati serta membayar biaya transaksi kepada perusahaan sekuritas. Total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh.

Cara Investasi Saham Online

Cara investasi saham online dengan membuka rekening saham online terlebih dahulu. Siapkan sejumlah dokumen, seperti KTP, NPWP, dan rekening tabungan. Selanjutnya, tentukan perusahaan sekuritas yang Anda inginkan untuk menjadi perantara dalam bertransaksi saham.

Dalam memilih perusahaan sekuritas online, perhatikan apakah perusahaan tersebut telah mendapat izin dan diawasi oleh OJK, telusuri rekam jejaknya, besaran fee transaksi yang dikenakan kepada investor. Selanjutnya, Anda bisa membuka akun di perusahan sekuritas.

Berikut cara membuka Akun di perusahaan sekuritas online:

  1. IndoPremier Sekuritas

Perusahaan sekuritas IndoPremier menawarkan transaksi saham online melalui aplikasi IPOTGO. Untuk membuka rekening saham online, unduh terlebih dahulu aplikasi IPOTGO.

  • Buka aplikasi dan klik register
  • Masukan email dan nomor handphone
  • Masukan kode OTP yang Anda terima via sms
  • Masukan NIK
  • Lengkapai informasi terkait identitas Anda
  • Foto selfie sambil memegang KTP
  • Buat username dan password
  • Buat nomot PIN
  • Periksa kembali data yang kamu sudah lengkapi. Selanjutnya baca persetujuan pembukaan rekening. Lalu, klik setuju atau ya.
  • Registrasi sudah selesai. Anda akan diminta untuk menunggu email verifikasi
  • Jika sudah menerima email, klik link yang dikirim melalui email dan login untuk konfirmasi pembukaan rekening. Selanjutnya, Anda akan menerima email konfirmasi kalau pembukaan akun IPOTGO Anda sedang dalam proses.
  • Setelah menerima SID (Single Investor Identification) dan rekening saham RDN (Rekening Dana Nasabah), Anda bisa login ke aplikasi IPOTGO dan mulai berinvestasi saham.
  • 2. BNI Sekuritas

Adapun langkah-langkah untuk mulai berinvestasi saham online menggunakan BNI Sekuraitas, yaitu:

  • Buka laman bnisekuritas.co.id
  • Klik kolom rekening
  • Klik registrasi online
  • Lengkapi pertanyaan data diri. Dalam hal ini ada 3 jenis pertanyaan, yaitu informasi dasar, informasi tambahan, dan koesioner.
  • Selanjutnya, klik Daftar
  • Tunggu kiriman email dari BNI
  • Tanda tangani dokumen yang dikirim melalui email dan kirim kembali.
  • Apabila pengajuan disetujui, Anda akan menerima user dan password untuk bertransaksi.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika akan mulai berinvestasi saham.

Pilih Sekuritas dengan Biaya Kecil

Sebelum memulai investasi, setiap calon investor diwajibkan membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang mereka pilih. Selanjutnya, mereka akan diminta untuk mengisi saldo rekening efek yang nantinya akan dipergunakan untuk membeli saham. Melalui rekening efek tersebut, perusahaan sekuritas akan mengambil profit dari setiap transaksi saham yang dilakukan oleh investor mereka.

Biasanya, sekuritas mengalokasikan sekitar 0,15% - 0,19%  untuk pembelian, dan 0,20% - 0,29% untuk penjualan. Untuk itu, pilih perusahaan sekuritas sesuai kemampuan Anda.

Investasi Saham dengan Modal Kecil

Modal yang dibutuhkan untuk membeli saham tergantung oleh beberapa faktor, antara lain harga saham perusahaan yang diincar, jumlah saham yang akan dibeli, serta biaya transaksi sekurtias.

Untuk meminimalisasi kerugian besar, alangkah lebih baiknya investor pemula untuk memulai investasi saham dengan modal kecil terlebih dahulu. Selain untuk menekan risiko kerugian, berinvestasi dengan modal kecil juga dimaksudkan sebagai proses pembelajaran.

Dengan modal kecil, investor pemula dapat belajar beradaptasi dengan pasar modal dan menganalisis pergerakan saham tanpa takut rugi besar. Apabila merasa sudah memiliki pemahaman yang cukup, Anda bisa mulai menambah modal investasi saham sedikit demi sedikit.

Hitung Untung-Rugi Transaksi Saham

Dalam dunia pasar modal, ada beberapa perusahaan yang menjual saham per lembar hanya sebesar Rp 50. Artinya, apabila membeli 1 lot (100 lembar) Anda hanya perlu mengeluarkan dana Rp 5.000 saja. Namun ada juga saham dengan nilai per lembar mencapai Rp 3.000.000 untuk 1 lot.

Untuk investor pemula, disarankan membeli saham murah atau sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri untuk membeli saham mahal demi mengejar untung besar. Terapkan prinsip keuntungan 1% dari dana yang Anda keluarkan untuk membeli saham.

Semisal, dana yang Anda keluarkan untuk membeli saham sebesar Rp.3.000.000, untuk 1% keuntungan senilai Rp. 30.000. Apabila bisa mencapai keuntungan hingga 10% setiap harga saham naik, maka Anda bisa mendapat keuntungan sebesar Rp.300.000.

Pilih Saham Perusahaan yang Kredibel

Bingung memilih saham perusahaan, jangan khawatir, Anda bisa memilih saham yang terdaftar di indeks saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar sudah terjamin dan memiliki latar belakang baik.

Untuk mengurangi risiko capital loss, pilihlah perusahaan yang dikenal publik, produk yang laku di pasaran, manajemen yang transparan, dan minim utang,

Selain memilih saham perusahaan yang terdaftar di BEI, sebelum memulai transaksi, ada baiknya Anda membaca portofolio dari perusahaan yang akan dipilih dengan mempertimbangkan reputasi perusahaan dan pemiliknya, fluktuasi saham, serta laporan keuangan dan fundamental yang baik.

Perhatikan Fluktuasi Saham

Perlu diperhatikan, harga saham setiap perusahaan mengalami fluktuasi atau bergerak naik-turun setiap waktu, bahkan dalam hitungan detik. Semakin banyak permintaan, maka harga saham akan mengalami kenaikan, pun sebaliknya.

Untuk mengurangi risiko harga saham yang anjlok secara tiba-tiba, sebaiknya hindari saham-saham yang masuk dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) atau saham dengan fluktuasi harga yang tidak wajar. Anda bisa memeriksa saham yang masuk daftar UMA di situs resmi BEI.

Selamat berinvestasi!

Editor: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait