Profil Akulaku, Perusahaan Tekfin yang Akan Dapat Investasi dari MUFG

Akulaku menargetkan untuk melayani 50 juta pengguna di Asia Tenggara pada 2025. Saat ini, perusahaan tersebut telah melayani konsumen bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia dan Filipina.
Dzulfiqar Fathur Rahman
27 Desember 2022, 18:54
Akulaku
Akulaku

Perusahaan teknologi finansial (tekfin) PT Akulaku Silvrr Indonesia akan memperoleh investasi dari perusahaan keuangan Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). Ini menandai kerjasama antara sebuah unikorn lokal dan raksasa keuangan dari Jepang.

MUFG berencana untuk berinvestasi US$ 200 juta (Rp 3,13 triliun) ke Akulaku. Investasi ini merupakan bagian dari ekspansi raksasa keuangan Jepang tersebut di Asia. Indonesia merupakan bagian penting dari ekspansi ini karena ekonominya yang besar dan potensi pertumbuhannya.

Ekspansi MUFG sejalan dengan aspirasi Akulaku. Perusahaan yang berdiri pada 2014 itu telah menetapkan target untuk melayani 50 juta pengguna di Asia Tenggara pada 2025. Saat ini, perusahaan tersebut telah melayani konsumen bukan hanya di Indonesia, namun juga di Filipina dan Malaysia.

Dari segi pengguna, Akulaku telah menunjukkan pertumbuhan pesat. Jumlah pengguna aktif bulanannya telah tembus 8 juta, berdasarkan data terbaru pada situs webnya. Ini menandai pertumbuhan 66,66% dibandingkan akhir 2021. Terlepas dari pengguna aktif, unikorn tekfin ini telah mencatat lebih dari 32 juta pengguna terdaftar.

(Baca: MUFG dan Adira Finance Akuisisi Home Credit Indonesia Rp 3,1 Triliun)

Akulaku menyediakan sebuah lokapasar daring (atau e-commerce) kepada penggunanya. Para pengguna dapat membeli beragam barang, termasuk elektronik, kesehatan, kecantikan, pendidikan, makanan, pakaian, rumah tangga, dan olahraga. Pulsa, paket internet, dan tiket pesawat juga tersedia di platform tersebut.

Seperti yang terlihat pada sisi pengguna, transaksi di Akulaku juga telah tumbuh pesat. Nilai barang dagangan kotornya (atau GMV) tumbuh 136,05% ke US$ 5,89 miliar pada 2021 dari tahun sebelumnya, berdasarkan laporan terakhir pada situs webnya.

Akulaku melaporkan bahwa lebih dari 90.000 penjual telah berhasil menjual produk-produknya lewat lokapasar.

Pertumbuhan Akulaku sejalan dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Untuk e-commerce di Indonesia, GMV-nya diperkirakan akan tumbuh 22% ke US$ 59 miliar pada 2022 dari tahun sebelumnya, menurut laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company.

Di samping lokapasar, Akulaku juga menawarkan layanan keuangan seperti pinjaman tunai dan pembiayaan jangka pendek yang disebut “Beli Sekarang Bayar Nanti” (atau BNPL). Akulaku Paylater merupakan layanan BNPL tersebut.

Akulaku Paylater memberikan tenor hingga 15 bulan. Ini relatif lebih panjang dibandingkan layanan serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Layanan BNPL dari perusahaan ojek daring dan tekfin PT GoTo Gojek Tokopedia, misalnya, menawarkan tenor hingga 12 bulan.

Lebih dari 1.000 mitra telah menerima pembayaran menggunakan Akulaku Paylater. Ini termasuk lokapasar asal Singapura Shopee dan lokapasar lokal Blibli dan Bukalapak. Kira-kira 40% dari mitra yang telah menerima Akulaku Paylater melaporkan peningkatan rata-rata nilai pesanan mereka, menurut situs web Akulaku.

Reporter: Dzulfiqar Fathur Rahman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait