PKB Lahir dari Warga NU Kini Berkoalisi dengan Gerindra

Dzulfiqar Fathur Rahman
24 Januari 2023, 16:27
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra dan PKB di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2023)
ANTARA FOTO/Reno Esnir/nym
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra dan PKB di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2023)

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) baru saja meresmikan sekretariat bersama untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebelumnya, kedua partai ini bersepakat membentuk Koalisi Indonesia Raya (KIR) pada Agustus 2022 silam. 

Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan ketum Gerindra Prabowo Subianto menghadiri peresmian sekretariat bersama di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (23/1).

Cak Imin mengatakan PKB dan Gerindra merupakan dua partai yang saling melengkapi. Namun, dia mengatakan bahwa koalisi ini akan menjadi lebih kuat lagi jika ada partai-partai lain yang bergabung.

(Baca: Prabowo dan Cak Imin Resmikan Sekretariat)

Berdiri pada 1998, PKB berangkat dari usulan “warga” organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Orang-orang muslim yang terafiliasi dengan NU mengusulkan pembentukan sebuah partai politik di tengah pemulihan demokrasi dari kediktatoran Presiden Soeharto.

Pembentukan PKB juga dipengaruhi oleh pemikiran kyai-kyai NU. Beberapa di antaranya adalah Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siroj, dan Mustofa Bisri (Gus Mus). Cak Imin juga menjadi bagian dari tim yang mencatat dan merangkum usulan-usulan dari para “warga” NU.

PKB mulai berpartisipasi dalam Pemilu pada 1999 dan memperoleh 12,61% pangsa suara. Ini merupakan yang ketiga tertinggi. Partai ini berkompetisi dengan 47 partai, termasuk partai yang sudah berdiri jauh lebih awal seperti Golkar dan PDIP.

PKB sempat menghadapi tren penurunan pangsa suara hingga ke Pemilu 2009. Kala itu, partai ini hanya memperoleh 4,94% pangsa suara. Ini menandai penurunan 5,63 poin persentase dari Pemilu sebelumnya.

Pada Pemilu 2019, PKB telah berhasil meningkatkan pangsa suaranya ke 9,69%. Dalam Dewan Perwakilan Rakyat, partai ini masuk ke koalisi pendukung pemerintah. Ini sejalan dengan posisinya pada Pilpres pada tahun tersebut.

Sejak Pilpres 2009, PKB cenderung mendukung pasangan calon petahana. Pada Pilpres 2009, misalnya, partai ini bergabung ke koalisi yang mengusung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan eks Gubernur Bank Indonesia Boediono.

Pada Pilpres 2019, PKB mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain sejalan dengan posisinya pada 2014, dukungan ini juga berkaitan dengan pencalonan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Presiden Jokowi.

Sejak 2009, PKB belum pernah bergabung ke dalam satu koalisi dengan Partai Gerindra. KIR merupakan koalisi pertama antara kedua partai ini untuk Pilpres.

Advertisement
Reporter: Dzulfiqar Fathur Rahman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait